Pelemahan Dolar AS Kerek Harga Tembaga

Harga tembaga LME kembali mencatatkan kenaikan hampir 3% secara mingguan, terbesar sejak Awal Juni 2018 terdorong oleh pelemahan dolar AS.
Mutiara Nabila | 26 Agustus 2018 17:15 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Harga tembaga LME kembali mencatatkan kenaikan hampir 3% secara mingguan, terbesar sejak Awal Juni 2018 terdorong oleh pelemahan dolar AS.

Indeks dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (26/8), tercatat mengalami pelemahan hingga 0,52 poin atau 0,6% dan berada di posisi 95,14 setelah Kepala Federal Reserve AS Jerome Powell memutuskan untuk mempertahankan bank sentralnya agar tetap menaikkan suku bunga.

Pelemahan dolar AS membuat harga sejumlah komoditas yang dihargai dengan greenback menjadi lebih murah bagi pemilik mata uang selain dolar AS.

“Ceritanya saat ini tentang dolar AS lagi, tapi dari sisi permintaan agak sedikit konstruktif dibandingkan dengan beberapa pekan lalu,” ujar Warren Patterson, Ahli Strategi Komoditas ING, dilansir dari Reuters, Minggu (26/8).

Patterson menambahkan bahwa perang dagang masih akan memberikan dampak pada volatilitas harga di pasar, tetapi secara umum tren harga logam saat ini masih akan terus naik.

Pemerintah AS dan China telah mengakhiri pembicaraan selama dua hari pada Rabu dan Kamis (22 – 23/8) tanpa menghasilakan keputusan yang berarti dan justru meningkatkan tensi perang dagang dengan saling mengaktifkan tarif pada barang konsumsi masing-masing senilai US$16 miliar. Tarif seperti itu, selama tahun ini telah membuat harga logam dasar melemah karena menurunkan permintaan.

“China akan tetap melakukan pembalasan pada tarif yang diberikan oleh AS, tetapi serangan balasan tersebut akan ditargetkan dengan hati-hati agar tidak merusah bisnis di China dari China dan luar negeri,” kata Liu Kun, Menteri Keuangan China.

Harga tembaga menghijau, membuat diskon kontrak tunai tiga bulan menyusut menjadi US$19 per ton dari US$42 per ton pada pekan lalu karena kekhawatiran akan pengiriman logam terdekat di pasar LME karena kenaikan pembatalan permintaan.

Pada Jumat (24/8), harga tembaga di London Metal Exchange (LME) ditutup terkerek 118,50 poin atau 1,98% menjadi US$6.105 per ton dan mengalami penurunan harga hingga 15,76% selama tahun berjalan.

Adapun, tembaga Shanghai juga tercatat naik 240 poin atau 1,77% menjadi 48.680 yuan per ton pada sesi perdagangan yang sama dan mencatatkan penurunan 12,29% year-to-date (ytd).

Pembatalan jaminan yang disetujui gudang LME naik hingga lebih dari 100.000 ton untuk pertama kalinya tahun ini, atau sekitar 39% dari keseluruhan stok tembaga LME.

Para trader mengatakan mereka membatalkan permintaan tembaga karena cenderung melakukan pembelian di China. Harga tembaga di Shanghai Futures Exchange sekitar US$7.150 per ton, dan kesenjangan harga dengan tembaga LME cukup untuk menutupi biaya pengiriman, pajak, dan untuk meraup keuntungan.

 

Tag : dolar as, harga tembaga
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top