Rekomendasi Obligasi: Tekanan Eksternal dan Domestik Masih Ada

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa hari ini, Senin (20/8/2018) pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas. Keterbatasan ini masih datang dari beberapa tekanan baik dari global maupun domestik.
Emanuel B. Caesario | 20 Agustus 2018 09:54 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa hari ini, Senin (20/8/2018) pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas. Keterbatasan ini masih datang dari beberapa tekanan baik dari global maupun domestik.

Maximilianus Nico Demus Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa dari global, S&P telah menurunkan kredit rating Turki dari BB- menjadi B+. Tentu hal ini semakin menambah beban keuangan yang dialami Turki.

Namun demikian, Qatar menjanjikan US$15 miliar dalam bentuk investasi langsung. Hal ini akan membantu Turki dalam melewati krisis keuangannya.

Dalam pidatonya, Jokowi menargetkan pertumbuhan sebesar 5,3% dari sebelumnya 5,2% dan pendapatan juga diperkirakan akan naik 12,6% untuk tahun depan. Defisit anggaran tahun ini diperkirakan akan menyusut menjadi 1,84% dari 2,12%.

Beralih dari sana, pemerintah telah mengeluarkan Saving Bond Ritel terbaru dengan tingkat spread 2,55%, dan telah ditetapkan minimal floor sebesar 8,05%. Spread antara imbal hasil SUN berjatuh tempo 2 tahun dengan SBR sebesar 0,84%.

"Tentu kami merekomendasikan beli bagi para investor ritel karena memiliki tingkat imbal hasil yang cukup tinggi," katanya dalam riset harian, Senin (20/8/2018).

"Untuk pasar obligasi, kami merekomendasikan hold hingga berpotensi beli hari ini apabila pergerakan melebihi 40 bps," lanjutnya.

Pada perdagangan Kamis pekan lalu, total transaksi dan frekuensi turun dibandingkan hari sebelumnya, di tengah masih labilnya pasar obligasi. Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7–10 tahun, diikuti dengan 15-20 tahun, dan 10–15 tahun.

Pasar obligasi kemarin masih bermain didurasi menengah hingga panjang, tentu hal ini merupakan sesuatu yang wajar tatkala imbal hasil obligasi 10 tahun berada dikisaran 8%. Hal ini merupakan sebuah tanda bahwa para pelaku pasar dan investor bisa masuk secara berkala.

Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup menguat di 7,98% dibandingkan hari sebelumnya di 8,01%. Imbal hasil obligasi 20 tahun melemah di 8,42% dibandingkan hari sebelumnya di 8,41%. Minyak Texas di tutup naik di harga 65,91 dibandingkan hari sebelumnya 65,46. Rupiah di tutup melemah di Rp14.615 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di Rp14.600 per dolar AS.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top