Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kurs Tengah Menguat 74 Poin, Mayoritas Kurs di Asia Tertekan

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (30/7/2018) pada level Rp14.409 per dolar AS, menguat 74 poin atau 0,51% dari posisi Rp14.483 pada Jumat (27/7/2018).
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Senin (30/7/2018) pada level Rp14.409 per dolar AS, menguat 74 poin atau 0,51% dari posisi Rp14.483 pada Jumat (27/7/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp14.481 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.337 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp144.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, menguat tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp14.416 per dolar AS pada pukul 10.48 WIB, setelah dibuka terapresiasi 8 poin atau 0,06% di level Rp14.409 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.398-Rp14.418. Pada perdagangan Jumat (27/7), mata uang Garuda berhasil ditutup menguat 0,32% atau 46 poin ke level Rp14.417 per dolar AS.

Mata uang lain di Asia bergerak mayoritas melemah terhadap dolar AS siang ini, dengan yuan offshore China yang terdepresiasi 0,38% memimpin pelemahan, disusul renminbi China yang turun 0,33%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,05% atau 0,052 poin ke level 94,721 pada pukul 10.54 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka melemah 0,01% ke level 94,664, setelah pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu (27/7/2018), ditutup melemah 0,12% atau 0,116 poin ke level 94,669.

Dilansir Bloomberg, dolar AS berbalik menguat karena pelaku pasar menunggu pertemuan utama sejumlah bank sentral pekan ini, di antaranya rapat Bank of Japan yang berlangsung pada 30-31 Juli dan Federal Reserve yang dijadwalkan pada 31 Juli – 1 Agustus. Bank of England juga dijadwalkan membuat keputusan kebijakan pada hari Kamis.

Sebelumnya, data produk domestik bruto AS kuartal kedua yang optimis gagal mengangkat greenback, karena sebagian besar analis telah memprediksikan angka yang kuat.

Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo, mengatakan investor akan lebih tertarik pada data PDB AS bulan Juli, ketika tarif terhadap barang-barang impor asal China mulai berlaku.

"Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun meningkat, menggarisbawahi ekspektasi kenaikan suku bunga yang kuat di pasar. Ini membatasi kerugian dolar, meskipun pergerakan cenderung terbatas menjelang pertemuan BOJ," kata Yamamoto, seperti dikutip Bloomberg.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

30 Juli

14.409

27 Juli

14.483

26 Juli

14.443

25 Juli

14.515

24 Juli

14.541

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper