Harga Batu Bara Reli Empat Hari Berturut-turut

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,31% atau 0,30 poin di posisi US$95,80/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 05 Juli 2018 07:38 WIB
Alat berat dioperasikan untuk membongkar muatan batu bara dari kapal tongkang, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara melanjutkan reli penguatan selama empat hari berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu (4/7/2018).

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,31% atau 0,30 poin di posisi US$95,80/metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari 2019 melanjutkan penguatannya di hari keempat setelah pada perdagangan Selasa (3/7), harga batu bara kontrak Januari 2019 ditutup menguat 1,33% atau 1,25 poin di posisi US$95,50/metrik ton.

Harga batu bara menguat di saat harga  Harga minyak Amerika Serikat (AS) berada di kisaran level tertingginya dalam tiga tahun pada Hari Kemerdekaan AS, saat pasokan yang ketat di dalam dan luar negeri membayangi janji Arab Saudi untuk meningkatkan produksi.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2018 naik 19 sen ke level US$74,33 per barel ketika perdagangan berhenti sekitar pukul 1 siang di New York Mercantile Exchange, kisaran level tertinggi dalam tiga tahun. Harga minyak WTI tidak ditutup pada perdagangan Rabu (4/7) karena libur Hari Kemerdekaan AS.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman September 2018 naik 48 sen ke US$78,24 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$6,28 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Sementara itu, American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penurunan persediaan minyak mentah sebesar 4,51 juta barel pekan lalu, sedangkan pasokan di Cushing, Oklahoma, menyusut 2,6 juta barel.

Ini akan menjadi penurunan ketujuh berturut-turut pada pusat penyimpanan tersebut jika data Energy Information Administration (EIA) mengonfirmasikannya pada Kamis (5/7) waktu setempat. Sebuah survei Bloomberg memprediksi penurunan sebesar 5 juta barel dalam hal stok nasional.

Selain gangguan pasokan global, meningkatnya permintaan juga membantu mendorong harga.

“Pengilangan akan semakin kuat, dan kita terus melihat penurunan persedian yang cukup kuat, itu menunjukkan bahwa ketika kita bergerak maju, pasar ini akan menjadi kurang mendapat pasokan dari yang kita kira,” tambah Melek.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

4 Juli

95,80

+0,31%

3 Juli

95,50

+1,33%

2 Juli

94,25

+0,43%

29 Juni

93,85

(+1,46%)

28 Juni

92,50

(-0,32%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Tag : harga batu bara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top