Investor Menjauh Jelang Deadline Pengenaan Tarif, Bursa Jepang Tertekan

Pergerakan indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang kompak berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (5/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 05 Juli 2018 16:37 WIB
Bursa Jepang - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang kompak berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (5/7/2018).

Indeks Topix dibuka di zona merah dengan turun 3,13 poin atau 0,18% di level 1.690,12 dan berakhir melemah 17,05 poin atau 1,01% di level 1.676,20. Pada perdagangan Rabu (4/7), Topix masih mampu ditutup di zona hijau meski dengan kenaikan tipis 0,03% di posisi 1.693,25.

Dari 2.081 saham pada indeks Topix, 183 saham di antaranya menguat, 1.871 saham melemah, dan 27 saham stagnan.

Saham Sony Corp. dan Keyence Corp. yang masing-masing anjlok 3,40% dan 3,68% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 berakhir melemah 0,78% atau 170,05 poin di level 21.546,99, setelah dibuka turun 0,09% atau 19,60 poin di posisi 21.697,44.

Sebanyak 42 saham menguat, 180 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Fast Retailing Co. Ltd. yang drop 2,52% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei pada akhir perdagangan hari ini, diikuti saham Shiseido Co. Ltd. yang anjlok 5,03%.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau melemah 0,13% atau 0,14 poin ke posisi 110,63 per dolar AS pada pukul 14.25 WIB, setelah berakhir menguat 0,08% atau 0,09 poin di level 110,49 pada perdagangan Rabu (4/7).

Dilansir dari Bloomberg, indeks Topix melemah ke level terendahnya sejak Maret saat AS bersiap mengenakan tarif terhadap barang-barang China senilai US$34 miliar pada Jumat (6/7/2018).

Pelemahan kinerja produsen barang elektronik menjadi penekan terbesar terhadap indeks saham acuan Jepang tersebut saat seluruh dari 33 kelompok di dalamnya tergelincir.

Kementerian Keuangan China menyatakan bahwa China tidak akan memulai perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) ataupun menjadi yang pertama dalam melancarkan pengenaan tarif impor.

Dengan pasar saham AS ditutup pada Rabu (4/7/2018) karena libur Hari Kemerdekaan, para investor mengalihkan fokus mereka pada sejumlah laporan yang dirilis pekan ini, termasuk risalah rapat The Federal Reserve dan data pekerjaan AS.

“Investor kemungkinan menjauh menjelang tenggat waktu pengenaan tarif dan rilis data pekerjaan. Meskipun saham Jepang menjadi murah, sulit melakukan pembelian sampai pasar melalui agenda-agenda ini,” kata Hiroaki Hiwada, pakar strategi di Toyo Securities Co., dikutip Bloomberg.

Tag : bursa jepang
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top