Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tingkatkan Lini Pembiayaan, Tunas Ridean (TURI) Kantongi Pinjaman dari Luar Negeri

Emiten distributor dan pembiayaan otomotif, PT Tunas Ridean Tbk. menargetkan penyaluran kredit kendaraan melalui PT Mandiri Tunas Finance dapat meningkat rata-rata 10% sepanjang tahun ini. Untuk itu, perseroan menjajaki sumber pinjaman dari dalam dan luar negeri.
Direktur  Utama PT Tunas Ridean Tbk Rico Adisurja Setiawan (kedua kiri) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai rapat umum pemegang saham tahunan  (RUPST)di Jakarta, Kamis (19/4/2018)./JIBI-Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Tunas Ridean Tbk Rico Adisurja Setiawan (kedua kiri) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST)di Jakarta, Kamis (19/4/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten distributor dan pembiayaan otomotif, PT Tunas Ridean Tbk. menargetkan penyaluran kredit kendaraan melalui PT Mandiri Tunas Finance dapat meningkat rata-rata 10% sepanjang tahun ini. Untuk itu, perseroan menjajaki sumber pinjaman dari dalam dan luar negeri.

Direktur Tunas Ridean, Kent Teo mengungkapkan selama kuartal pertama 2018, perseroan masih terus meningkatkan sumber pembiayaan kredit tersebut. Selama tahun berjalan, perseroan sudah mengantongi pinjaman dalam dolar.

“Tahun ini untuk per bulannya rata-rata kami harapkan meningkat 10% untuk new lending. Sumber pembiayaannya dari sindikasi loan. Kemarin [sudah mendapatkan] sindikasi loan dari Jepang dan Taiwan. Pinjamannya dalam USD,” ungkap Kent pada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Kent menjelaskan saat ini perusahaan sedang dalam diskusi dengan beberapa sumber pinjaman lagi, dan menargetkan aka nada kesepakatan baru dalam waktu dekat.

Adapun, PT Mandiri Tunas Finance merupakan entitas anak yang 49% sahamnya dikuasai Tunas Ridean, sedangkan mayoritas atau sebesar 51% dikuasai PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.. Bank pelat merah tersebut membeli saham Tunas Finance pada 2009 lalu.

Berdasarkan data yang dipublikasikan perusahaan, emiten dengan kode saham TURI tersebut menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp22,2 triliun sepanjang 2017. Nilai tersebut meningat dari capaian 2016 yang sebesar Rp18,63 triliun.

Data yang sama mnunjukkan dalam 5 tahun terakhir, pembiayaan Mandiri Tunas Finance (MTF) terus meningkat. Pada kuartal pertama tahun ini, penyaluran pinjaman MTF sudah menyentuh Rp6,59 triliun, atau melonjak 44% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) yang sebesar Rp4,57 triliun.

Kent mengungkapkan pada tahun lalu MTF menyalurkan pinjaman rata-rata Rp2,3 triliun per bulan. Dengan target kenaikan penyaluran sebesar 10% setiap bulan, nilai kredit diharapkan dapat menyentuh Rp2,5 triliun per bulan, atau mencapai Rp24 triliun sepanjang 2018.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Mandiri Tunas Finance memberikan kontribusi laba sebesar Rp171,6 miliar pada 2017 atau naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Lini pembiayaan mengompensasi pendapatan perusahaan yang anjlok 33% dari bisnis penjualan otomotif pada 2017.

Direktur Utama Tunas Ridean, Rico Setiawan menyampaikan perseroan optimistis dengan kinerja lini pembiayaan pada tahun ini, seiring perbaikan ekonomi nasional yang dapat mengerek belanja kendaraan masyarakat.

Berdasarkan catatan perseroan, penjualan mobil baru pada kuartal I tahun ini turun 7% (yoy) menjadi 13.749 unit. Kendati demikian, Rico menyebut penjualan turun karena perseroan tidak memiliki stok tahun 2017.

“Kami optimistis [pada kinerja] tahun ini karena perusahaan market leader banyak meluncurkan produk baru. Ekonomi masyarakat membaik, dan persaingan taksi online juga berdampak [positif terhadap penjualan],” ungkap Rico.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dara Aziliya
Editor : Riendy Astria

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper