Rekomendasi Pasar Obligasi: Jelang Lelang, Pergerakan SUN Masih Terbatas

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (27/2/2018) harga surat utang negara atau SUN akan cenderung terbatas pada awal perdagangan jelang lelang SUN.
Emanuel B. Caesario | 27 Februari 2018 09:05 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (27/2/2018) harga surat utang negara atau SUN akan cenderung terbatas pada awal perdagangan jelang lelang SUN.

I Made Adi Saputra, fixed income analyst MNC Sekuritas, mengatakan bahwa rupiah yang mengalami penguatan pada perdagangan kemarin akan mendukung pelaksanaan lelang pada hari ini.

Dirinya memperkirakan lelang penjualan SUN akan sukses dan mendorong kenaikan harga SUN pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, pelaku pasar juga masih menantikan data inflasi yang akan disampaikan pada hari Kamis.

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0069, FR0053, FR0071, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, dan FR0072.

Made mengatakan, jelang pelaksanaan lelang penjualan SUN serta pidato dari Jerome Powell, imbal hasil SUN pada perdagangan kemarin, Senin (26/2/2018) cenderung mengalami kenaikan.

Pemerintah Indonesia menargetkan penerbitan SUN sebesar Rp17 triliun dari lima seri, serta volume perdagangan yang mengalami penurunan dibandingkan perdagangan di akhir pekan menunjukkan pelaku pasar menantikan lelang penjualan SUN.

Adapun, imbal hasil US Treasury kembali mengalami kenaikan di tengah investor yang masih menantikan pidato dari Powell, serta Powell yang memperkirakan pasar surat utang Amerika akan dipertahankan pada level 2,8% hingga akhir pekan ini didukung oleh data inflasi.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 4 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1- 2 bps dengan harga turun hingga sebesar 5 bps.

"Secara teknikal, harga SUN dengan tenor panjang terlihat mengalami tren konsolidasi sementara itu tenor pendek terlihat akan mengalami perubahan tren turun menjadi naik," kata Made dalam riset harian, Selasa (27/2/2018).

Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global kemarin:

FR63 : 5.821% 2.40 bps, harga -10.6 bps
FR64 : 6.440% -3.90 bps, harga 28.4 bps
FR65 : 6.961% -1.40 bps, harga 12.7 bps
FR75 : 7.267% 1.37 bps, harga -14.7 bps

INDO-23 : 3.679% -0.06 bps, harga 0.3 bps
INDO-28 : 4.072% -0.56 bps, harga 4.4 bps
INDO-38 : 4.725% -1.60 bps, harga 23.2 bps
INDO-48 : 4.642% -2.53 bps, harga 39.2 bps

UST 10Y : 2.864% -0.002 bps
UST 30Y : 3.156% 0.001 bps
Gilt 10Y : 1.505% -0.009 bps
Bund 10Y: 0.657% 0.006 bps

Volume SUN senilai Rp8,12 triliun dari 31 seri, nilai seri acuan sebesar Rp1,89 triliun. Volume PBS senilai Rp13,26 triliun dari 3 seri. Volume Corp Bond senilai Rp1,17 triliun dari 26 seri.

Kemarin, nilai tukar rupiah mengalami penguatan 17 pts atau 0,12% ke level Rp13.668 setelah bergerak di kisaran Rp13.653 - Rp13.691 per dolar AS.

Hari ini, pemerintah akan menggelar lelang SUN seri SPN 03180528 (New Issuance), SPN 12190114 (Reopening), FR0063 (Reopening), FR0065 (Reopening) dan FR0075 (Reopening) pada Selasa, tanggal 27 Februari 2018.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top