Bursa Asia Turun Pascarilis FOMC Minutes, IHSG Ditutup Melemah

IHSG ditutup melemah 0,76% atau 50,34 poin ke level 6.593,06, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,04% atau 2,95 poin di level 6.646,35.
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 Februari 2018 17:38 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan hari ketiga pada perdagangan hari ini, Kamis (22/2/2018), sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa di Asia.

IHSG ditutup melemah 0,76% atau 50,34 poin ke level 6.593,06, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,04% atau 2,95 poin di level 6.646,35.

Pada perdagangan Rabu (21/2), IHSG ditutup melemah 0,29% atau 19,48 poin di posisi 6.632,40. Adapun sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.586,31–6.648,75.

Dari 572 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 135 saham menguat, 224 saham melemah, dan 213 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, didorong sektor aneka industri yang melemah 1,92%, disusul sektor finansial yang turun 1,13%. Adapun sektor industri dasar dan tambang menguat masing-masing 0,44% dan 0,38% serta menahan laju pelemahan IHSG lebih lanjut.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup melemah 1,17% atau 7,09 poin ke level 596,97, setelah dibuka menguat 0,11% di posisi 604,1,70.

Sementara itu, mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau melemah dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,17%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,79%), indeks SE Thailand (-0,60%), dan indeks PSEi Filipina (-1,14%). Di kawasan Asia lainnya, Indeks Topix ditutup melemah 0,88% dan indeks Nikkei 225 turun 1,07%.

Dilaporkan Reuters, sebagian besar pasar saham Asia mengikuti pelemahan di bursa AS karena spekulasi kenaikan suku bunga AS yang meluas pascarilis notulensi rapat FOMC terbaru.

Risalah rapat FOMC terbaru tersebut menunjukkan kekhawatiran bahwa inflasi mungkin akan mengecewakan, namun masih ada ekspektasi akan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat karena stimulus fiskal.

Secara khusus, anggota FOMC sepakat bahwa penguatan dalam prospek ekonomi jangka pendek meningkatkan kemungkinan bahwa laju kenaikan suku bunga acuan akan tetap pada jalurnya.

Hal itu menyebabkan investor mempersempit peluang kenaikan yang lebih cepat. Investor hampir sepenuhnya memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga acuan tahun ini.

"Peserta melihat pandangan yang lebih menguntungkan karena mendukung kenaikan tingkat suku bunga bertahap," catat analis Barclays Michael Gapen, seperti dikutip Reuters.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BMRI

-1,99

BBNI

-3,93

ASII

-2,14

TLKM

-1,47

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

MEDX

+6,96

INKP

+3,13

ITMG

+3,13

SMGR

+1,51

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top