Tertekan Sektor Teknologi, Wall Street Tergelincir

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (26/12/2017) setelah saham Apple dan pemasok komponennya melemah menyusul laporan permintaan iPhone X yang lebih rendah.
Aprianto Cahyo Nugroho | 27 Desember 2017 06:55 WIB
Bursa saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (26/12/2017) setelah saham Apple dan pemasok komponennya melemah menyusul laporan permintaan iPhone X yang lebih rendah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 7,85 poin atau 0,03% ke 24.746,21, sedangkan indeks Standard & Poor’s  500 melemah 2,84 poin atau 0,11% ke 2.680,5 dan Nasdaq Composite turun 23,71 poin atau 0,34% ke 6.936,25.

Menurut Harian Ekonomi Taiwan yang dikutip Reuters, Apple akan memangkas perkiraan penjualan untuk smartphone andalannya tersebut pada kuartal IV 2017 menjadi 30 juta unit, dari perkiraan awal sebesar 50 juta unit.

Laporan tersebut, bersamaan dengan beberapa proyeksi baru-baru ini atas permintaan iPhone X yang melemah, membuat saham Apple tenggelam 2,5%, penurunan harian terburuk sejak 10 Agustus.

"Ada kabar di Apple hari ini sehingga menyebabkan semacam kecemasan, mungkin beberapa pemasok komponen Apple dan mungkin beberapa saham teknologi pada umumnya," kata Ken Polcari, direktur divisi pasar saham Wall Street di O'Neil Securities, seperti dikutip Reuters.

Saham perusahaan yang memasok komponen ke Apple, termasuk Broadcom, Skyworks Solutions, Finisar dan Lumentum Holdings, semuanya merosot. Indeks semikonduktor PHLX kehilangan 0,97%.

Sektor teknologi pada indeks S&P turun 0,70% dan menjadi penekan utama di antara 11 sektor indeks. Sektor ini telah mendapat tekanan dalam beberapa hari terakhir dan mengalami penurunan kelima berturut-turut karena pelaku pasar melihat saham teknologi mendapatkan dorongan lebih kecil dari perombakan pajak AS pekan lalu.

Meski mengalami penurunan, sektor teknologi masih naik hampir 40 persen sepanjang tahun ini.

Pelemahan indeks tertahan oleh dorongan pada sektor energi karena harga minyak melonjak lebih dari 2% menyusul ledakan pada pipa minyak mentah di Libya dan pemotongan pasokan yang dipimpin oleh OPEC.

Sahamn Chevron naik 0,8% dan EOG Resources naik 2,1% untuk memimpin sektor energi pada indeks S&P yang ditutup menguat 0,82%.

Tag : bursa as
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top