Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Reli di Hari Ketiga, IHSG Kembali Perbarui Rekor

IHSG ditutup menguat 0,16% atau 9,63 poin di level 6.060,45, level penutupan tertinggi baru sepanjang masa, setelah dibuka di zona positif dengan penguatan 0,08% atau 4,92 poin di level 6.055,75.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (ketiga kiri), didampingi jajaran direksi BEI menyampaikan sambutan terkait tembusnya indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh level 6.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pada perdagangan di Jakarta, Rabu (25/10)./JIBI-Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (ketiga kiri), didampingi jajaran direksi BEI menyampaikan sambutan terkait tembusnya indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh level 6.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pada perdagangan di Jakarta, Rabu (25/10)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali memperbarui rekor tertinggi sepanjang masanya sekaligus melanjutkan reli  di hari ketiga, Selasa (7/11/2017).

IHSG ditutup menguat 0,16% atau 9,63 poin di level 6.060,45, level penutupan tertinggi baru sepanjang masa, setelah dibuka di zona positif dengan penguatan 0,08% atau 4,92 poin di level 6.055,75.

IHSG kembali memperbarui rekor tertingginya setelah pada perdagangan Senin (6/11), IHSG ditutup menguat 0,19% atau 11,28 poin di level 6.050,82. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.047,26-6.065,28.

Dari 564 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 161 saham menguat, 171 saham melemah, dan 232 saham stagnan. Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG ditutup menguat, dipimpin sektor aneka industri dengan kenaikan 1,33%, disusul sektor tambang yang menguat 0,89%.

Adapun empat sektor lainnya menahan penguatan IHSG lebih lanjut setelah ditutup di zona merah, didorong sektor property yang melemah 0,41%.

Di Asia Tenggara, pergerakan bursa saham terlihat mayoritas menguat. indeks SE Thailand menguat 0,24%, indeks FTSE Malay KLCI naik 0,5%, indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,77%, sedangkan indeks PSEi Filipina melemah 0,01%.

Sementara itu, pergerakan bursa saham lain di Asia juga menguat, di saat perusahaan-perusahaan energi dan bahan baku diuntungkan dari lonjakan harga minyak dan logam. 

Indeks Nikkei 225 ditutup melonjak 1,73% atau 389,25 poin ke level 22.937,60, level penutupan tertinggi sejak Januari 1992. Adapun indeks Topix ditutup naik 1,15% atau 20,63 poin ke level 1.813,29, tertinggi sejak Februari 2007.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite Index ditutup naik 0,7% ke posisi 3.413,57 dan indeks indeks Hang Seng ditutup menguat 1,39% atau 397,54 poin ke level 28,994,34, tertinggi sejak satu dekade terakhir.

Analis Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya menjelaskan, fundamental perekonomian terlihat masih berada dalam kondisi stabil seperti terlihat dari data perekonomian yang terlansir, dan menjadi salah satu faktor penopang dari proses perjalanan naik IHSG.

Selain itu, capital inflow yang diharapkan kembali konsisten membanjiri ke dalam pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat menunjang kenaikan IHSG ke arah yang lebih tinggi.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

GGRM

+3,85

ASII

+1,55

BBNI

+3,25

UNTR

+1,35

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BMRI

-1,38

EMTK

-4,86

ICBP

-2,00

SMBR

-4,97

 Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper