Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Abe Menang Pemilu, Yen Merosot

Mata uang yen Jepang jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir setelah koalisi Perdana Menteri Shinzo Abe mempertahankan suara mayoritasnya dalam pemilihan umum hari Minggu, (22/10/2017).
Mata uang Yen Jepang/Istimewa
Mata uang Yen Jepang/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang yen Jepang jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir setelah koalisi Perdana Menteri Shinzo Abe mempertahankan suara mayoritasnya dalam pemilihan umum hari Minggu, (22/10/2017).

Yen turun 0,3% ke level 113,91 per dolar AS pada pukul 7.27 waktu Tokyo (5.27 WIB). Sementara itu, yen juga turun ke level 134,04 terhadap euro, lebih rendah dari level 133,77 pada hari Jumat.

Kemenangan Abe tersebut berarti strategi pertumbuhan yang berpusat pada kebijakan moneter yang sangat longer, yang biasa disebut “Abenomics” kemungkinan akan berlanjut.

Dilansir Bloomberg, koalisi yang terdiri dari Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Komeito memenangkan 312 dari 465 kursi di majelis rendah, menurut perhitungan cepat. Dengan kemenangan lebih dari 310 kursi, koalisi tersebut disebut sebagai mayoritas super.

Kebijakan Abenomics tersebut telah mendorong penurunan yen lebih dari 20% sejak dia menjabat pada Desember 2012, sementara indeks Nikkei 225 telah meningkat dua kali lipat.

"Hasil pemilu tersebut memperkuat harapan pengangkatan kembali Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda atau orang lain dengan sikap serupa sebagai gubernur berikutnya untuk memperpanjang pelonggaran moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Yuji Saito, direktur eksekutif depertemen valuta asing Agricole CIB, seperti dikutip Bloomberg.

“Hal ini membuat nilai tukar yen terhadap dolar AS lebih responsif terhadap kenaikan imbal hasil obligasi AS,” lanjutnya.

Walaupun kebijakan pelonggaran moneter Abenomics, stimulus fiskal dan reformasi struktural telah menekan mata uang, BOJ belum mencapai tujuan kebijakannya untuk menaikkan tingkat inflasi tahunan mendekati 2%.

Pemerintahan yang baru akan memilih siapa yang akan memimpin BOJ mengingat masa jabatan Kuroda, yang telah mengawasi pelonggaran moneter tesebut, akan berakhir pada bulan April 2018 mendatang.

Berdasarkan perkiraan median dalam survei ekonom Bloomberg, yen akan diperdagangkan pada level 113 per dolar pada akhir tahun. Mata uang ini telah diperdagangkan pada kisaran 107,32 dan 118,60 pada sepanjang tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper