Total Bangun Persada Kantongi Kontrak Baru Rp3,14 Triliun

PT Total Bangun Persada Tbk., hingga pekan keempat September 2017 berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp3,14 triliun atau 78,5% dari target Rp4 triliun sampai akhir 2017.
Yodie Hardiyan | 24 September 2017 12:02 WIB
Total Bangun Persada - Istimewa

JAKARTA--- PT Total Bangun Persada Tbk., hingga pekan keempat September 2017 berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp3,14 triliun atau 78,5% dari target Rp4 triliun sampai akhir 2017.

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Mahmilan Sugiyo Warsana mengatakan beberapa proyek yang diperoleh tersebut antara lain Apartemen Taman Permata Buana, Perkantoran Thamrin Nine, Green Office Park 1, Chitaland Tower Office, Wisma Barito Pacific 2 Office, dan Hotel Potato Head. "Mudah-mudahan semua target bisa terpenuhi," katanya ketika dihubungi, pekan lalu.

Dalam paparan publik beberapa waktu lalu, perusahaan juga menyatakan tengah mengikuti proses tender sejumlah proyek swasta. Estimasi nilai proyek itu mencapai Rp7,06 triliun yang terdiri dari proyek perkantoran (porsi 43%), pusat perbelanjaan (27%), apartemen (16%), hotel (14%) dan bangunan keagamaan (0,4%).

Dari target kontrak baru sepanjang tahun itu, perusahaan menargetkan pendapatan usaha Rp3,1 triliun serta laba bersih sekitar Rp250 miliar pada 2017. Total Bangun Persada banyak menggarap pekerjaan konstruksi bangunan tinggi.

Sampai semester I/2017, perusahaan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp127,49 miliar atau naik 9% dibandingkan dengan Rp116,7 miliar pada semester I/2016.

Perusahaan yang berdiri pada 1970 itu telah membukukan pendapatan usaha Rp1,4 triliun pada semester I/2017 atau meningkat dibandingkan dengan Rp1,25 triliun pada semester I/2016.

Dari pendapatan itu, perusahaan membukukan beban pokok pendapatan sebesar Rp1,71 triliun pada semester I/2017 atau naik 12% dibandingkan dengan Rp1,01 triliun pada semester I/2016.

Dengan demikian, laba kotor perusahaan sebesar Rp235,87 miliar pada semester I/2017 atau turun dibandingkan dengan Rp243,99 miliar pada semester I/2016.

Pada 2017, perusahaan menargetkan belanja modal (capex) sebesar Rp100 miliar. Pada 2018, capex emiten berkode saham TOTL itu ditargetkan sekitar Rp50 miliar.

Capex itu akan digunakan untuk pembelian peralatan proyek, renovasi gedung, peralatan teknologi informasi, perangkat lunak dan sebagainya.

 

Tag : emiten konstruksi, kinerja emiten
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top