Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ikuti Bursa China, Indeks Hang Seng Ditutup Melemah

Pergerakan indeks saham acuan di Hong Kong berakhir melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Kamis (7/9/2017), mengekor pelemahan pada pasar saham daratan utama.
Ilustrasi/Reuters
Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks saham acuan di Hong Kong berakhir melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Kamis (7/9/2017), mengekor pelemahan pada pasar saham daratan utama.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,33% atau 90,84 poin di 27.522,92, setelah dibuka dengan penguatan 0,74% atau 204,11 poin di posisi 27.817,87.

Sebanyak 20 saham menguat, 24 saham melemah, dan 6 saham stagnan dari 50 saham yang diperdagangkan di Hang Seng hari ini.

Saham CNOOC Ltd. yang drop 2,11 memimpin pelemahan saham pada indeks Hang Seng di akhir perdagangan, diikuti AIA Group Ltd. (-1,75%) dan Wharf Holdings Ltd./The China (-1,35%).

Performa sektor pada indeks Hang Seng dikabarkan variatif pada perdagangan hari ini. Sementara itu, perusahaan teknologi informasi dan energi masing-masing turun 1% dan 0,6%.

Indeks yang melacak perusahaan bahan baku naik 0,9% ke level tertinggi 27 bulan, setelah menguat 34,5% sepanjang tahun ini di tengah melemahnya dolar dan ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi China akan tetap kuat sepanjang akhir tahun.

Di China, indeks CSI300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir melemah 0,51% atau 19,58 poin di level 3.829,87, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,06% atau 2,24 poin di posisi 3.851,69.

Adapun indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,59% atau 19,89 poin di level 3.365,50, setelah dibuka turun tipis 0,05% atau 1,76 poin di posisi 3.383,63.

Dilansir Reuters, indeks saham acuan China berakhir melemah seiring dengan aksi profit taking pada saham sumber daya dan pelemahan sektor perbankan yang mengimbangi penguatan real estate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper