Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Yen Tertekan Data Pekerjaan AS, Indeks Topix & Nikkei 225 Rebound

Sejumlah indeks saham acuan Jepang berhasil mencatatkan rebound pada akhir perdagangan hari ini (Senin, 7/8/2017), didorong oleh pelemahan mata uang yen yang berpotensi mengangkat prospek laba eksportir.

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah indeks saham acuan Jepang berhasil mencatatkan rebound pada akhir perdagangan hari ini (Senin, 7/8/2017), didorong oleh pelemahan mata uang yen yang berpotensi mengangkat prospek laba eksportir.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan penguatan 0,55% atau 9,02 poin di level 1.640,47 dan berakhir naik 0,48% atau 7,82 poin di posisi 1.639,27. 

Dari 2.015 saham pada indeks Topix, 1.393 saham di antaranya menguat, 511 saham melemah, dan 111 saham stagnan.

Adapun indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,52% atau 103,56 poin di level 20.055,89, setelah dibuka dengan penguatan 0,54% atau 106,96 poin di posisi 20.059,29.

Baik rebound indeks Nikkei 225 dan Topix hari ini mengakhiri pelemahan yang tercatat dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Sebanyak 148 saham menguat, 65 saham melemah, dan 12 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham SoftBank Group Corp. yang melesat 2,38% menjadi pendorong utama terhadap rebound Nikkei, diikuti oleh Daikin Industries Ltd. yang menguat 1,86% dan Tokyo Electron Ltd. yang menanjak 1,28%.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau terdepresiasi 0,04% atau 0,04 poin ke 110,73 yen per dolar AS pada pukul 14.21 WIB, setelah pada Jumat ditutup melemah 0,58% di posisi 110,69.

Pelemahan yen terhadap dolar AS disebabkan oleh kuatnya data tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Pasar tenaga kerja AS terus menunjukkan pertambahan yang solid pada jumlah pekerja pada bulan Juli. Sementara itu, tingkat pengangguran mencapai level terendah dalam 16 tahun dan pertumpuhan upah bulanan meningkat.

Angka nonfarm payrolls meningkat lebih tinggi dari perkiraan sebesar 209.000 pekerjaan pada Juli. Adapun rata-rata pendapatan per jam meningkat 0,3% setelah naik 0,2% pada Juni.

“Perusahaan-perusahaan di AS terus memiliki minat yang kuat untuk merekrut pekerja seiring dengan pulihnya ekonomi dan laba perusahaan,” kata Juichi Wako, pakar strategi senior di Nomura Holdings Inc., seperti dikutip dari Bloomberg.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper