Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Data Ekonomi China Kembali Kuatkan Harga Logam

Harga logam kompak menguat seiring dengan membaiknya data manufaktur China yang mengindikasikan prospek bertumbuhnya permintaan.

Bisnis.com, JAKARTA — Harga logam kompak menguat seiring dengan membaiknya data manufaktur China yang mengindikasikan prospek bertumbuhnya permintaan. Namun, tembaga menjadi satu-satunya logam yang melemah karena meningkatnya stok.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (4/7/2017), Direktur Kingdom Futures Malcolm Freeman menyampaikan data ekonomi China yang dirilis pada awal pekan ini masih memberikan sentimen positif terhadap pasar logam.

Data indeks manajer pembelian atau manufacturing purchasing managers’ index China versi Caixin Media dan Market Economics periode Juni 2017 naik menjadi 50,4.

Pada Senin (3/7/2017) PMI Caixin China pada Juni 2017 naik sebesar 50,4, dibandingkan dengan Mei 2017 senilai 49,6 dan Juni 2016 di level 48,6. Pencapaian pada Juni 2017 menjadi level tertinggi sejak Maret 2017.

Adapun indeks produksi manufaktur pada Juni 2017 naik menjadi 50,6 dari Mei 2017 sebesar 50,2. Menurut analis, indeks PMI di atas 50 menunjukkan adanya ekspansi, sedangkan di bawah 50 mengindikasikan kontraksi.

Sebelumnya pada Jumat (30/6/2017), Pemerintah China sudah merilis PMI periode Juni 2017 naik ke level 51,7. Angka ini melampaui estimasi konsensus sebesar 51.

Pencapaian tersebut juga meningkat dari Mei 2017 di posisi 51,2. Level 50 menunjukkan adanya ekspansi. Hal ini memberikan sentimen positif terhadap harga komoditas, terutama logam dasar.

Pada penutupan perdagangan Senin (3/7/2017) di London Metal Exchange (LME), harga timah naik 175 poin atau 0,88% menjadi US$20.025 per ton. Namun, secara year to date (ytd) harga masih terkoreksi 4,62%.

Sementara harga aluminium meningkat 8 poin atau 0,42% menuju US$1.927 per ton. Sepanjang tahun berjalan, harga menguat 13,82%.

Dalam waktu yang sama, logam timbal naik 45 poin atau 1,96% menuju US$2.337 per ton. Secara ytd, harga naik 15,89%, tertinggi di antara logam lainnya.

Seng juga menguat 47 poin atau 1,70% menjadi US$9.390 per ton. Secara ytd, harga naik 8,89%.

Adapun tembaga menurun 9 poin atau 0,15% menuju US$5.928 per ton. Sepanjang tahun berjalan harga masih naik 7,09%. Persediaan tembaga di LME melonjak 11% menuju 278.275 ton, atau level tertinggi dalam 3 pekan terakhir.

Sementara itu, harga nikel stagnan di posisi US$9.390 per ton. Harga merosot 6,29% secara ytd, terendah di antara logam lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Riendy Astria
Sumber : bloomberg

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper