ITMG Tambah Kontrak Penjualan 500.000 Ton

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) meraih kontrak penjualan untuk memasok 500.000 ton batu bara per tahun untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap Tanjung Jati B, Jepara Jawa Tengah.
Lukas Hendra TM | 25 Mei 2017 10:39 WIB
Batu bara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) meraih kontrak penjualan untuk memasok 500.000 ton batu bara per tahun untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap Tanjung Jati B, Jepara Jawa Tengah.

Direktur Marketing ITMG Jusnan Ruslan mengungkapkan anak perusahaan perseroan yakni PT Indominco Mandiri akan memasok 500.000 ton per tahun selama lima tahun untuk pembangkit tersebut.

“Harga mengacu HPB [harga patokan batubara] sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kontrak berdurasi 5 tahun mulai 2017 hingga 2022,” katanya dalam surat elektroniknya kepada Bisnis, Selasa (23/5/2017).

PT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap Tanjung Jati B usai melakukan penandatanganan perjanjian kontrak penyediaan batu bara bersama dengan PT Kaltim Prima Coal, anak usaha PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Indominco Mandiri. Penandatanganan itu dilakukan pada Selasa (9/5/2017).

Dalam keterangan resminya yang dipublikasikan Senin (15/5/2017), PLN mengungkapkan kontrak tersebut berdurasi lima tahun. Kontrak yang ditandatangani bersama PT Indominco Mandiri adalah pengadaan batu bara Lot-1I unit 1 dan 2 sebesar 500.000 ton per tahun.

Sementara kontrak dengan PT Kaltim Prima Coal adalah pengadaan batu bara Lot-1H unit 1 dan 2 sebesar 1,5 juta ton per tahun, Lot-E unit 3 dan 4 sebesar 2,3 juta ton per tahun dan Lot-G unit 3 dan 4 sebesar 500.000 ton per tahun.

Andy Wibowo Gunawan, analis PT. Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pada kuartal II/2017, ITMG akan memperoleh hasil keuangan yang lebih kuat yang didukung oleh peningkatan perkiraan produksi batubara.

Dia mengungkapkan pada kuartal I/2017, produksi batubara ITMG turun menjadi 5,4 juta ton karena curah hujan yang lebih tinggi pada kuartal pertama. Namun, perusahaan optimistis produksi batu bara akan meningkat menjadi 5,8 juta ton pada kuartal II/2017 karena membaiknya kondisi cuaca.

Selain itu, Andy mengungkapkan ITMG berencana untuk melakukan diversifikasi operasi bisnisnya ke midstream dengan membangun perusahaan perdagangan batubara dan hilir dengan membangun pembangkit listrik tenaga uap,

“Kami yakin ITMG akan mendapatkan keuntungan dari mengoperasikan perusahaan perdagangan batubara karena akan menjadi sumber informasi mengenai kondisi pasar batubara global. Dengan menjaga perkiraan pendapatan kami tidak berubah, kami mempertahankan target harga 12 bulan ke depan untuk ITMG di 22.100. Dengan rekomendasi BUY,” katanya dalam risetnya, Selasa (JAKARTAJAKARTAJAKARTAJAKARTA

Tag : itmg
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top