Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rabu (03/05) Investor Cermati Berita Berikut Ini

Oso Securities menyebutkan perdagangan saham hari ini, Rabu (03/05) dipengaruhi oleh beberapa sentimen penggerak baik di dalam dan luar negeri
Pertumbuhan/Ilustrasi
Pertumbuhan/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Securities menyebutkan perdagangan saham hari ini, Rabu (03/05) dipengaruhi oleh beberapa sentimen penggerak baik di dalam dan luar negeri

Berikut beberapa berita yang menjadi sentimen pasar hari ini

Berita global

EKONOMI AS Suku Bunga Diprediksi Tetap
Bank Sentral Amerika Serikat (AS) di perkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunganya dalam pertemuan Federal Open Market Com mitee (FOMC) pada pekan ini. Saat ini suku bunga The Fed ber ada di level 0,75%-1,00%, setelah terakhir kali dikerek 25 basis poin pada Maret 2017. Para analis dan ekonom melihat, The Fed akan memutuskan untuk memberi waktu lebih banyak untuk menganalisis data ekonomi AS terbaru, terutama setelah PDB kuartal I/2017 tumbuh melambat 0,7% dari 2,1% pada kuartal akhir 2016. Sementara itu, kenaikan suku bunga selanjutnya diprediksi dilakukan pada Juni 2017.

Dalam hal ini, Gubernur The Fed Janet Yellen akan mengumumkan indikasi tersebut usai rapat FOMC selesai dilakukan pada Rabu (3/5) waktu setempat. Adapun para ekonom masih mempercayai kenaikan suku bunga lanjutan di AS akan melaju dua kali pada tahun ini. Pasar menilai, selain data dari PDB AS kuartal I/2017, The Fed juga akan memasukkan rencana reformasi pajak Donald Trump dan sejumlah rencana stimulus fiskal seperti anggaran infrastruktur sebagai bahan kajian untuk memutuskan kebijakan moneternya pekan ini. Bank Sentral AS juga diperkirakan bakal meng umumkan waktu pelaksanaan penyusutan neraca keuangannya senilai US$4,5 triliun.

Berita domestik

Manufaktur melesat TW 1 2017 kecuali tekstil

Setelah mencatatkan pertumbuhan yang melambat di kuartal keempat tahun 2016, industri manufaktur baik besar dan sedang maupun mikro dan kecil kembali mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi di kuartal pertama tahun 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, industri manufaktur besar dan sedang kuartal pertama 2017 tumbuh 4,33% year on year (YoY), lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 2,1% YoY. Begitu juga dengan industri manufaktur mikro dan kecil yang tumbuh 6,63% YoY, yang juga lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang hanya tercatat 4,88% YoY. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada industri manufaktur besar dan sedang, peningkatan tertinggi terjadi di sektor industri bahan kimia dengan kenaikan 9,59% YoY dan industri makanan sebesar 8,2% YoY. Sementara penurunan terbesar terjadi pada sektor industri industri tekstil sebesar 6,87% YoY dan industri minuman sebesar 5,42% YoY.

Darmin: Inflasi April 2017 sesuai harapan

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2017 mencatatkan inflasi sebesar 0,09%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, inflasi ini sesuai harapan pemerintah. Menurutnya, sepanjang April lalu, terdapat beberapa penyebab inflasi yang persisnya ada pada bidang-bidang di luar pangan. Kelompok pangan yang terletak pada bahan makanan mengalami deflasi 1,13% atau secara keseluruhan terhadap inflasi adalah -0,24%. Penurunan harga paling signifikan terjadi pada cabai merah dan rawit serta beras. Kemudian harga daging sapi dan ikan juga turun meski tidak signifikan. BPS mencatat dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun kalender Januari-April 2017 sebesar 1,28% dan inflasi tahunan April 2017 sebesar 4,17% year on year (YoY). Menurut Darmin, angka ini juga masih sesuai dengan yang diharapkan.

Masalah Tata Niaga Diidentifikasi
Kelompok Kerja Percepatan dan Penuntasan Regulasi Kebijakan Ekonomi melaporkan identifi kasi persoalan peraturan tata niaga terkait dengan larangan terbatas atau Lartas impor dan ekspor. Salah satu temuan Pokja adalah keberadaan Peraturan Menteri yang diterbitkan bukan dalam rangka Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) dan menimbulkan Lartas. Dalam rapat tersebut, Pokja 1 yang berfokus pada kampanye dan diseminasi informasi memaparkan beberapa kampanye tematik PKE yang telah dan akan dilakukan, baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, juga dijelaskan mengenai monitoring isu dan media. Tak hanya itu, mereka juga sempat menyinggung soal kabar yang menyebut paket deregulasi tidak pro rakyat, melainkan investor asing. Menanggapi hal tersebut, Darmin mengatakan, paket kebijakan ekonomi bukanlah satu-satunya kebijakan, sehingga selain menerbitkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi, pemerintah juga akan menerbitkan kebijakan lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper