BURSA KORSEL: Trump Ancam Kelanjutan Kesepakatan Perdagangan, Kospi Akhiri Reli

Indeks Kospi ditutup melemah 0,18% atau 4,02 poin ke level 2.205,44, setelah dibuka dengan penguatan 0,22% atau 4,90 poin di posisi 2.214,36.
Renat Sofie Andriani | 28 April 2017 15:24 WIB
Indeks Kospi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Reli bursa saham Korea Selatan berakhir pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (28/4/2017), sejalan dengan melemahnya kinerja mata uang won.

Indeks Kospi ditutup melemah 0,18% atau 4,02 poin ke level 2.205,44, setelah dibuka dengan penguatan 0,22% atau 4,90 poin di posisi 2.214,36.

Sebanyak 242 saham menguat, 444 saham melemah, dan 76 saham stagnan dari 762 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Saham Crown Confectionary Co. Ltd. yang jatuh 5,36% turut menjadi penekan atas pelemahan Kospi, bersama dengan Il Dong Pharmaceutical Co. Ltd. yang anjlok 5,27% dan JW Life Science Corp. yang merosot 1,59%.

Di sisi lain, saham Samsung Electronics Co. Ltd. lanjut naik tajam 1,78% atau 39.000 poin ke 2.231.000 won pada pukul 13.59 WIB, setelah kemarin ditutup melesat 2,43% atau 52.000 poin di posisi 2.192.000.

Melemahnya kinerja mata uang won

Saham Samsung lanjut menguat setelah melaporkan laba yang melampaui prediksi para analis.

Sejalan dengan Kospi, nilai tukar won ditutup melemah 0,67% atau 7,60 poin ke 1.137,65 per dolar AS, pelemahan di hari kedua setelah kemarin berakhir turun 0,42% di posisi 1.130,05.

Seperti dilansir Reuters, nilai tukar won melemah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa ia akan menegosiasikan ulang atau mengakhiri kesepakatan perdagangan dengan Korea Selatan.

Trump juga menyatakan kemungkinan adanya konflik besar dengan Korea Utara terkait program nuklirnya, meskipun ia lebih memilih solusi diplomatik untuk menghadapinya. Di sisi lain, Trump menginginkan Korea Selatan untuk membayarkan sistem pertahanan anti-rudal THAAD senilai US$1 miliar.

“Komentar Trump tentang kesepakatan perjanjian bebas dapat dipahami sebagai tanda proteksionisme (lebih lanjut),” ujar Jung Sung-yoon, foreign exchange analyst di Hyundai Futures.

Seorang pejabat kementerian keuangan Korsel menjelaskan bahwa Korea Selatan mengadopsi pendekatan “wait and see” untuk melihat jika ada langkah kebijakan yang terwujud.

 

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

28/4/2017

2.205,44

-0,18%

27/4/2017

2.209,46

+0,07%

26/4/2017

2.207,84

+0,50%

25/4/2017

2.196,85

+1,06%

24/4/2017

2.173,74

+0,40%

 Sumber: Bloomberg

 

Tag : indeks kospi, bursa korsel, Donald Trump
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top