PPRO Raup Laba Bersih Rp91,1 Miliar di Kuartal I/2017

Emiten properti, PT PP Properti Tbk. (PPRO) meraup laba bersih Rp91,1 miliar sepanjang triwulan I/2017
Fajar Sidik | 27 April 2017 12:44 WIB
Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (kiri) berbincang dengan Preskom Lukman Hidayat, seusai rapat umum pemegang saham tahunan perseroan, di Jakarta, Rabu (8/3). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti, PT PP Properti Tbk. (PPRO) meraup laba bersih Rp91,1 miliar sepanjang triwulan I/2017.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO menuturkan laba bersih pada kuartal pertama tersebut tumbuh sejalan dengan pendapatan mencapai Rp563,5 miliar, atau meningkat dibandingkan capaian pada periode yang saham tahun 2016 sebesar Rp533,7 miliar.

Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh penjualan realti sebesar Rp538 miliar dan pendapatan properti Rp25,5 miliar. Pendapatan itu sebagian berasal dari marketing sales pada kuartal pertama tahun ini yang mencapai Rp585 miliar atau tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama 2016.

“Kami masih berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan kinerja pada tahun ini. Dengan sejumlah proyek baru yang mulai dipasarkan pada kuartal kedua ini, kami optimistis target-target kinerja pada tahun ini akan tercapai,” ujar Taufik dalam siaran pers PPRO, Kamis (27/4).

Pada kuartal kedua tahun ini PPRO akan meluncurkan 3 produk baru, yaitu Grand Shamaya di Surabaya, Alton Tower 2 di Semarang dan Begawan di Malang. Sementara pada kuartal ketiga, akan diluncurkan sejumlah apartemen di Bandung, Yogyakarta dan Cikarang. Selain itu, perseroan juga akan segera melakukan groundbreaking 3 hotel baru di Lombok dan Surabaya dalam waktu dekat ini.

“Sebentar lagi kami juga akan serah terima Emerald Tower di Grand Kamala Lagoon, Venetian Tower di Grand Sungkono Lagoon dan Apartemen Pavilion Permata di Surabaya. Kami harapkan penambahan portofolio tersebut semakin memperkuat pangsa pasar kami sebagai pengembang properti terkemuka, sekaligus memperkuat kinerja di masa mendatang,” tutur Taufik.

Ekspansi yang gencar telah memperkuat aset PPRO yang hingga akhir Maret 2017 mencapai Rp9,2 triliun, atau naik dari posisi pada akhir tahun 2016 sebesar Rp8,8 triliun. Sementara itu, ekuitas tercatat Rp2,9 triliun serta kas dan setara kas Rp515 miliar. Rights issue PPRO yang telah dilaksanakan, berhasil diserap seluruhnya oleh pasar.

Tag : ppro
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top