Tunggu Sentimen AS, Emas Berpeluang Melemah ke US$1.250

Harga emas cenderung mengalami bergerak melemah sampai akhir pekan seiring dengan optimisme pasar terhadap sentimen Amerika Serikat. Harga berpeluang menuju US$1.250 per troy ounce.
Hafiyyan | 26 April 2017 19:05 WIB
Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas cenderung bergerak melemah sampai akhir pekan seiring dengan optimisme pasar terhadap sentimen Amerika Serikat. Harga berpeluang menuju US$1.250 per troy ounce.

Pada perdagangan Rabu (26/4/2017) pukul 17:54 WIB, harga emas gold spot meningkat 1,67 poin atau 0,13% menjadi US$1.265,80 per troy ounce (Rp540.366,60 per gram). Ini merupakan peningkatan pertama setelah dua sesi sebelumnya melemah.

Sepanjang tahun berjalan, harga emas menguning 10,30%. Tahun lalu, harga bertumbuh 8,14% dan ditutup di level US$1.147,50 per troy ounce pada akhir Desember 2016.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra menyampaikan, harga emas cenderung melemah sejak awal pekan ini akibat meredanya kecemasan pasar terhadap pemilihan umum presiden di Prancis tahap pertama, yakni pada Minggu (23/4/2017).

Salah satu calon presiden Marine Le Pen yang dikenal dengan sikapnya yang anti Islam dan anti Uni Eropa, kalah suara dibandingkan Emmanuel Macron.

Hasil sementara membuat Macron berpeluang mengungguli Le Pen dalam pemilu penentuan pada 7 Mei 2017. Faktor tersebut meredakan kegelisahan pasar karena sebelumnya Prancis dianggap berpeluang mengikuti langkah Inggris yang keluar dari Uni Eropa.

Harga emas masih cenderung dibayangi tren melemah dalam tiga sesi beruntun karena investor yang memilih aset berisiko menjelang pengumuman reformasi pajak AS. Pada Rabu (26/4/2017) waktu setempat atau Kamis (27/4/2017) pukul 00:30 WIB, Presiden Donald Trump akan menyampaikan pidatonya.

Menteri keuangan Steven Mnuchin dan Direktur Ekonomi Nasional Gary Chon diperkirakan akan bergabung dalam konfrensi pers di Gedung Putih itu.

Trump diperkirakan mengajukan usulan pengurangan pajak pendapatan dari perusahaan publik menjadi 15% dari sebelumnya 35%. Sementara perusahaan multinasional akan membayar pajak dari luar negeri sebesar 10% dari saat ini sebesar 35%.

"Bila pidato Donald Trump direspon positif, batu kuning berpeluang semakin tertekan," ujar Putu saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (26/4/2017).

Kendati demikian, masih ada peluang harga emas terangkat karena adanya ganjalan terhadap usulan kebijakan pajak. Seperti pada akhir Maret 2017, rancangan undang-undang (RUU) kesehatan Trump ditolak oleh parlemen meskipun Partai Republik menduduki mayoritas kursi kongres.

Sentimen recana kebijakan pemangkasan pajak juga membuat indeks dolar AS cenderung melemah sejak awal pekan ini, sama seperti emas. Padahal biasanya pergerakan keduanya berbanding terbalik.

"Ada keraguan rencana kebijakan ini akan lolos, sehingga greenback ikut melemah," tuturnya.

Pada pukul 17:48 WIB, indeks dolar AS meningkat 0,30% atau 0,299 poin menuju 99,078, setelah dua sesi sebelumnya loyo. Indeks merosot 3,06% sepanjang tahun berjalan.

 

Tag : Harga Emas Hari Ini
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top