Cenderung Menguat, Saham CPIN Ditargetkan Menuju Rp4.020

Saham PT Charoen Pokphand Tbk. dinilai cenderung bergerak naik menuju dengan target harga Rp4.020.
Ana Noviani | 25 April 2017 16:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Saham PT Charoen Pokphand Tbk. dinilai cenderung bergerak naik menuju dengan target harga Rp4.020.

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang tahun berjalan saham emiten berkode CPIN itu mencetak capital gain sebesar 6,79% dari Rp3.090 pada penutupan 2016 ke level Rp3.300 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (21/4/2017).

"Kinerja saham CPIN cenderung menguat untuk menguji harga Rp4.020, sebagai target tertinggi dan harga yang telah di uji selama 52 minggu sebelumnya," tulis Lucky Bayu Purnomo, Research Analyst Danareksa Sekuritas, dalam riset Senin (25/4/2017).

Dalam 52 minggu terakhir, saham CPIN diperdagangkan pada kisaran harga Rp2.850-4.020 per lembar saham. Adapun tingkat price per earning ratio (PER) saham CPIN saat ini sebesar 24,17 kali.

Danareksa Sekuritas menetapkan rekomendasi beli saham CPI dengan target harga Rp4.020 dan stop loss pada level harga Rp3.130 per lembar saham.

Akhir pekan lalu, Charoen Pokphand Indonesia mengumumkan transaksi akuisisi anak usaha PT Modern International Tbk., PT Modern Sevel Indonesia. Anak usaha tersebut merupakan pengelola dan pemegang merek gerai waralaba 7-Eleven di Indonesia.

Nilai transaksi yang disepakati dalam Business Acquisition Agreement yang ditandatangani pada Jumat (21/4) itu mencapai Rp1 triliun berdasarkan pada hasil dari KJPP dan uji tuntas pihak pembeli.

Dengan transaksi tersebut, 7-Eleven berada di bawah anak usaha CPIN, PT Charoen Pokphand Resto Indonesia (CPRI).

"Apabila transaksi dilakukan, perseroan dapat melakukan kegiatan ekspansi usaha di bidang distribusi serta mendukung kegiatan penjualan produk makanan olahan dan minuman olahan yang diproduksi oleh perseroan dan entitas anaknya," tulis Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy dalam keterbukaan informasi, Jumat (21/4/2017).

Tag : charoen pokphand indonesia
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top