Binaartha Sekuritas: IHSG Berpotensi Bearish Lanjutan, Rekomendasi Saham PGAS, AISA, BKSL, GGRM, INTP, MIKA

Hal ini mengindikasikan bahwa adanya potensi bearish lanjutan pada pergerakan indeks. Dengan demikian, IHSG akan berpeluang menuju ke level support di area 5584 dan 5572.
Fajar Sidik | 21 April 2017 06:53 WIB
Papan elektronik menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - IHSG pada perdagangan Jumat (21/4) diprediksi akan berpeluang menuju ke level support di area 5584 dan 5572, dengan adanya potensi bearish lanjutan pada pergerakan indeks.

Mengutip riset riset Binaartha Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0.20% di level 5595.306 pada 20 April 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5583,77 dan 5572.24. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 5613.10 dan 5630.89.

Berdasarkan indikator, MACD sudah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral. Adapun candle membentuk pola black closing marubozu.

Hal ini mengindikasikan bahwa adanya potensi bearish lanjutan pada pergerakan indeks. Dengan demikian, IHSG akan berpeluang menuju ke level support di area 5584 dan 5572.

Adapun saham-saham yang harus diperhatikan adalah PGAS, AISA, BKSL, GGRM, INTP dan MIKA.

PGAS ditutup melemah di level 2.390 pada 20 April 2017.Adapun tren membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. Selain itu, harga bertahan di garis psikologis fibonacci 23,6% diiringi dengan volume yang tinggi serta adanya candle yang membentuk pola hammer sehingga peluang adanya stimulus beli masih terbuka. Sementara itu, indikator MACD sudah menunjukkan pola golden crosssementara RSI bergerak ke atas. “Akumulasi Beli” pada level 2.360 -2.400,dengan TP di level 2.530, 2.630, 2.730, 3.050 dan 3.370.

AISA ditutup melemah di level 2.160 pada 20 April 2017 dengan target price pada level 2.310 berhasil tercapai. Adapun harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger maupun garis fibonacci 78.6% sementara candle membentuk pola hammer yang mengindikasikan potensi rebound. “Akumulasi Beli” pada level 2.140 – 2.160, dengan TP di level 2.310 dan 2.510.

BKSL ditutup melemah di level 88 pada 20 April 2017. Adapun tren membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. Sementara itu, adapun candle membentuk pola tweezer bottom yang mengindikasikan adanya stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 86 – 89, dengan TP di level 93, 97, 105, 121 dan 126.

GGRM ditutup melemah di level 63575 pada 20 April 2017 dengan target price pada level 62.675, 63.825, 65.600 dan 67.750 berhasil tercapai. Adapun harga bertahan di atas garis bawah bollinger dan bertahan di garis psikologis fibonacci 23,6% sehingga potensi untuk rebound masih terbuka. “Akumulasi Beli” pada level 63.400–63.700, dengan TP di level 66.375, 68.600 dan 70.850.

INTP ditutup melemah di level 16.000 pada 20 April 2017. Adapun harga bertahan di atas garis bawah bollinger dan bertahan di garis psikologis fibonacci 61,8% sehingga potensi untuk rebound masih terbuka. “Akumulasi Beli pada level 15.900–16.100,dengan TP di level 16.600, 17.200 dan 18.000.

MIKA ditutup melemah di level 2.500 pada 20 April 2017. Saat ini, tren membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. Adapun harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger. Sementara itu, candle membentuk pola bullish inverted hammer yang mengindikasikan potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 2.480–2.500 ,dengan TP di level 2.570 dan 2.660.

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top