TMAS Incar Pertumbuhan Pendapatan 32%

Emiten pelayaran PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini dapat mencapai 32% dengan nilai Rp2,2 triliun. Laba bersih ditargetkan mencapai Rp200 miliar.
Emanuel B. Caesario | 18 April 2017 12:07 WIB
Temas Line. - temasline.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini dapat mencapai 32% dengan nilai Rp2,2 triliun. Laba bersih ditargetkan mencapai Rp200 miliar.

Adapun tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan Rp1,67 triliun, tumbuh tipis 3,12% dibandingkan dengan capaian 2015 yang senilai Rp1,62 triliun.

Harry Haryanto, Direktur Independen Tempuran Emas, mengatakan bahwa perseroan optismitis dapat mencapai target tersebut tahun ini sebab sepanjang tahun lalu perseroan sudah melakukan sejumlah langkah ekspansi.

Ekspansi bisnis tahun lalu di antaranya yakni pembukaan tujuh pelabuhan baru, yaitu TImiki, Marauke, Serui, Kumai, Sampit, Malahayati, dan Tual. Perseroan juga membuka tiga layanan rute baru untuk meningkatkan frekuensi pelayaran.

“Kami juga sudah ada kerja sama dengan beberapa perusahaan yang cukup besar atau pabrikan untuk supply muatan, bukan hanya dari Jawa ke pulau-pulau lain seperti Kalimantan, Sulawesi dan Papua, tetapi juga dari pulau-pulau itu ke Jawa,” katanya dalam acara public expose, Senin (17/4/2017).

Dengan demikian, hingga Maret 2017, emiten dengan kode saham TMAS ini sudah melayani 32 pelabuhan. Perseroan juga sudah mengembangkan dua rute pendulum service.
Kedua rute tersebut yakni rute S4 yang melayani jalur Belawan—Jakarta—Surabaya—Makassar—Bitung—Palu—Makassar, sedangkan rute A3 melayani jalur Belawan—Jakarta—Surabaya—Makassar—Ambon.

Rute S4 dilayani oleh empat buah kapal, sementara rute A3 diyalani oleh tiga buah kapal mulai akhir kuartal pertama tahun ini. Untuk menjangkau Papua, TMAS juga menjadikan Ambon sebagai pelabuhan hub, sehingga distribusi barang ke sana semakin lancar.

Dengan beroperasinya dua rute tersebut, TMAS dapat melayani arus distribusi barang di Belawan, Jakarta, Surabaya dan Makassar dua kali dalam sepekan. Selama ini, tiap pelabuhan tersebut dilabuhi hanya sekali sepekan.

Sementara itu, target laba TMAS sebesar Rp200 miliar tahun ini justru turun dibandingkan dengan capaian tahun lalu yang senilai Rp231 miliar.

Sutikno Kusumo, Managing Director TMAS, mengatakan bahwa penurunan laba tersebut terutama karena perseroan masih harus menanggung beban awal karena baru saja membuka banyak rute dan pelabuhan baru.

“Dengan pembukaan ini, banyak sekali yang harus kami tangani, mulai dari membina, memupuk muatan sedikit demi sedikit, hingga membiasakan masyarakat yang biasanya menggunakan pengangkutan kapal kecil untuk beralih ke container,” katanya.

Menurutnya, biasanya butuh waktu antara 3 bulan hingga 6 bulan sebelum volume pengangkutan dari pelabuhan-pelabuhan baru untuk mulai meningkat.
Adapun, laba TMAS tahun lalu pun sudah turun 27% dibandingkan dengan Rp317 miliar pada 2015. Penurunan laba yang masih berlanjut ini menyebabkan TMAS masih menunda keputusan aksi korporasi seperti rights issue atau penerbitan obligasi untuk perkuatan modal. 

Tag : kinerja emiten
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top