CIMB Securities: Add Saham WSKT, Target Harga Rp3.400

CIMB Securities Indonesia merekomendasikan add saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dengan target harga Rp3.400 per saham.nn
Gloria Natalia Dolorosa | 17 April 2017 04:56 WIB
Pekerja berjalan di dekat logo PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- CIMB Securities Indonesia merekomendasikan add saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dengan target harga Rp3.400 per saham.

Sekretaris Kabinet menyatakan Presiden Joko Widodo mempersilakan pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah (PINA), yang dimulai dari financial closing penjualan kepemilikan Waskita Tollroad (WTR) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Taspen. Berdasarkan pembicaraan CIMB Securities Indonesia dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), WTR membidik penjualan dengan total 30% dengan cara menerbitkan saham baru. Target perolehan Rp3,5 triliun.

Total potensi equity WTR setelah selesainya 15 konsensi jalan tol menurut estimasi CIMB Securities Indonesia sebesar Rp16 triliun. Maka nilai total equity untuk 30% kepemilikan pada WTR akan sebesar Rp4,8 triliun.

"Melihat ini mungkin seperti terlihat murah, akan tetapi menurut kami ini merupakan nilai yang wajar," tulis CIMB Securities Indonesia dalam riset yang terbit pekan lalu.

Terdapat empat alasan mengapa terlihat murah, meskipun nilai itu wajar.  Pertama, jika perusahaan memilih jalan untuk meminjam sebesar Rp3,5 triliun dibandingkan dengan menjual saham, total cost of fund kemungkinan sebesar Rp1,3 triliun hingga Rp1,6 triliun untuk tiga tahun (dengan asumsi biaya pinjaman sebesar 12% sampai 15% per tahun.

Kedua, net gearing WSKT saat ini terlalu tinggi, didominasi oleh porsi utang pada investasi jalan tol. Ketiga, saat ini hanya 55 kilometer jalan tol yang beroperasi dari 750 kilometer konsensi yang dimiliki. Dan, keempat, dengan penjualan melalui penerbitan saham baru, transaksi ini bebas dari pajak.

Pada perdagangan Kamis (13/4/2017), harga saham WSKT ditutup naik 1,28% ke posisi Rp2.370 per saham.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top