Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bumi Resources (BUMI) Targetkan Penjualan 2017 Naik Hingga 7%

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menargetkan penjualan perseroan pada tahun ini tumbuh 5%-7% dibandingkan dengan 2016.
Lokasi penambangan PT Bumi Resources Tbk/Reuters
Lokasi penambangan PT Bumi Resources Tbk/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menargetkan penjualan perseroan pada tahun ini tumbuh 5%-7% dibandingkan dengan 2016.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Kamis (9/2/2017) dikemukakan bahwa perseroan menargetkan penjualan yang lebih tinggi hingga 5%-7% dibandingkan dengan 2016.

Target tersebut dengan estimasi harga batu bara yang lebih tinggi, minimal 30% dibandingkan dengan 2016. Tinjauan harga batu bara tahun ini cukup optimistis dengan harga patokan batu bara saat ini di kisaran US$80 per ton.

Target tersebut juga memperhitungkan efisiensi yang meningkat dan keuntungan dari adanya skala ekonomi dalam produksi. Dijelaskan, sekitar 60% dari penjualan telah disepakati dan diharapkan mampu meningkat menjadi 75% di akhir kuartal I/2017 melalui finalisasi beberapa kontrak tahunan dengan pihak Jepang.

“Selain kontribusi dari anak usaha batu baranya, BUMI juga mengharapkan adanya kontribusi ekuitas dari berbagai investasi lain yang dimilikinya, seperti dari Darma Henwa yag 31% sahamnya dimiliki perseroan, Pendopo, dan tidak menutup kemungkinan dari BRMS,” jelas Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava dalam keterangan resmi.

Sepanjang 2016, penjualan batu bara gabungan meningkat 10,6% menjadi 87,7 juta ton dari 79,3 juta ton di 2015. Kemudian, penjualan Arutmin meningkat sebesar 15,3% menjadi 28,6 juta ton dibandingkan dengan 24,8 juta ton di 2015. Demikian halnya dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC), penjualan meningkat 8,4% menjadi 59,1 juta ton dari 54,6 juta ton di 2015.

Sementara itu, perseroan juga meningkatkan jumlah batu bara yang ditambang sebesar 6,5% menjadi 86,5 juta ton do 2016 dibandingkan dengan 81,2 juta ton di 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper