Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI akan Dirikan Inkubator Start-Up & UKM di 6 Kota

Bursa Efek Indonesia membangun inkubator start-up dan UKM di enam kota besar untuk membekali perusahaan rintisan yang berminat untuk masuk ke pasar modal.
Beberapa pialang berjalan di Bursa Efek Indonesia/Reuters-Beawiharta
Beberapa pialang berjalan di Bursa Efek Indonesia/Reuters-Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA--Bursa Efek Indonesia membangun inkubator start-up dan UKM di enam kota besar untuk membekali perusahaan rintisan yang berminat untuk masuk ke pasar modal. 

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan inkubator tersebut merupakan fasilitas yang diberikan otoritas pasar modal untuk memberikan pembekalan tentang aspek hukum, penyusunan laporan keuangan, hingga memperkenalkan perusahaan rintisan kepada venture capital atau angle investor.

"Bursa sangat ingin mereka IPO. Kalau mereka tidak IPO, mereka tidak efisien. Tapi kalau tidak mau tidak apa-apa, yang penting perusahaannya maju, idenya terlaksana, menciptakan lapangan kerja, bayar pajak dengan benar," papar Tito, Kamis (25/1).

Menurutnya, aktivitas masyarakat akan semakin tergantung pada perangkat elektronik dan IT. Indonesia, lanjut Tito, tidak boleh ketinggalan dengan negara lain dalam perkembangan start-up.

Untuk itu, BEI menginisiasi pendirian inkubator bisnis khusus untuk start-up dan usaha kecil dan menengah (UKM). Tito mengaku terinspirasi oleh Start-up hub (SUP46) yang menjadi inkubator komunitas start-up di Stockholm, Swedia.

"Lewat inkubator itu komunitas start-up belajar dari lingkungannya sendiri. Kalau sudah sukses, naik kelas, paling tidak 5%-10% dari peserta inkubator kita harap bisa masuk pasar modal," tuturnya.

Vice President Privatization Startup-SME and Foreign Listing BEI Saptono Adi Junarso menambahkan inkubator BEI ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2017. Namun sejak akhir bulan ini, BEI sudah membuka pendaftaran bagi start-up yang berminat. Syaratnya, start-up tersebut memiliki tim, konsep, dan modal dasar lain yang dibutuhkan.

"Kapasitas inkubator di Jakarta sekitar 60 start-up, jadi nanti kami seleksi. Kami akan berikan pendampingan mulai dari persiapan konsep ide, sampai persiapan masuk ke pasar modal," ucapnya.

Saptono mengatakan program pendampingan, pelatihan, dan seluruh fasilitas di inkubator BEI pada dasarnya bersifat bebas biaya. Namun, start-up dikenakan biaya kepesertaan sebesar maksimal Rp1 juta per bulan.

BEI menggandeng Otoritas Jasa Keuangan, pakar start-up, asosiasi akuntan dan praktisi hukum, serta profesi penunjang pasar modal untuk memberikan pelatihan dan pendampingan. Ke depan, BEI akan menyusun silabus agar program inkubator berjalan dengan sistematis.

"Setelah Jakarta, kami akan bangun di Bandung karena BEI punya tempat sendiri. Selain itu, Semarang, Surabaya, Bali, dan Medan sepanjang tahun ini," kata Saptono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Rustam Agus

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper