Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA KORSEL 6 DESEMBER: Ditopang Saham Samsung Electronics, Kospi Bertahan Rebound Bersama Won

Indeks Kospi ditutup melesat 1,35% atau 26,50 poin ke level 1.989,86, setelah dibuka dengan rebound 0,67% atau 13,15 poin di posisi 1.976,51.
Indeks Kospi/Bloomberg
Indeks Kospi/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Korea Selatan mempertahankan reboundnya bersama kinerja won hingga akhir perdagangan hari ini, Selasa (6/12/2016), menyusul penguatan pada Wall Street serta pelemahan dolar terhadap sejumlah mata uang utama kemarin.

Indeks Kospi ditutup melesat 1,35% atau 26,50 poin ke level 1.989,86, setelah dibuka dengan rebound 0,67% atau 13,15 poin di posisi 1.976,51.

Sebanyak 548 saham menguat, 169 saham melemah, dan 54 saham stagnan dari 771 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Saham Dongwha Pharm Co. Ltd. yang naik 0,40% menjadi pendorong utama terhadap rebound Kospi pada perdagangan hari ini, bersama dengan Woori Bank yang menguat 1,63%, KR Motors Co. Ltd. yang naik 0,39%, dan Hite Jinro Co. Ltd. yang melesat 3,31%.

Saham Samsung Electronics Co. Ltd. turut naik tajam 1,75% atau 30.000 poin ke posisi 1.748.000 pada pukul 13.30 WIB. Pagi tadi saham Samsung Electronics dibuka dengan rebound 0,23% atau 4.000 poin di posisi 1.722.000, usai dua hari melemah.

Sejalan dengan rebound Kospi, nilai tukar won ditutup menguat 0,30% atau 3,47 poin ke 1.171,22 per dolar AS setelah dibuka dengan rebound 0,72% atau 8,41 poin di posisi 1.166,28.

Nilai tukar won berakhir melemah terhadap dolar AS selama dua hari berturut-turut sebelumnya seiring dampak penolakan reformasi konstitusi di Italia yang menyebabkan para pedagang menghindari aset berisiko di emerging markets.

Seperti dilansir Reuters hari ini, bursa saham AS menguat pada perdagangan kemarin didukung oleh data ekonomi dengan Dow Jones yang menanjak ke level tertinggi baru.

Namun, penguatan bursa saham lokal diprediksi tidak akan berlanjut di tengah ketidakpastian perubahan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) serta huru-hara politik di dalam negeri di saat Presiden Park akan menghadapi mosi impeachment.

“Sulit menyebutkan arah pergerakan pasar dari titik ini, namun ketidakpastian terkait perubahan kebijakan di ECB dan Federal Reserve kemungkinan akan menutup penguatan lebih lanjut,” ujar Cho Byung-hyun, Analis saham Yuanta Securities.


Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

6/12/2016

1.989,86

+1,35%

5/12/2016

1.963,36

-0,37%

2/12/2016

1.970,61

-0,66%

1/12/2016

1.983,75

+0,01%

30/11/2016

1.983,48

+0,26%

 Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper