KOMODITAS: Harga Minyak Melorot, Spekulan Gigit Jari

Spekulan minyak AS mengalami kerugian besar pada Senin (Selasa, 2/8/2016 pagi WIB), karena harga mencapai di bawah US$40 per barel untuk pertama kalinya sejak April.
Newswire | 02 Agustus 2016 05:49 WIB
Eksplorasi migas - Ilustrasi

Bisnis.com, NEW YORK- Spekulan minyak AS mengalami kerugian besar pada Senin (Selasa, 2/8/2016 pagi WIB), karena harga mencapai di bawah US$40 per barel untuk pertama kalinya sejak April. Survei menunjukkan bahwa produksi OPEC mencapai rekor tertinggi pada bulan lalu.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun US$1,54 menjadi US$40,06 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, patokan global, melorot US$1,39 menjadi ditutup pada posisi US$42,14 per barel di London ICE Futures Exchange.

Produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), jelas survei yang dirilis Reuters, pada Juli kemungkinan naik ke level tertinggi dalam sejarah, karena Irak memproduksi lebih banyak dan Nigeria berupaya menambah ekspor minyak mentahnya meskipun terjadi serangan militan terhadap instalasi minyak.

Sementara itu, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang AS bertambah 44 rig pada Juli, paling banyak dalam sebulan sejak April 2014, data dari perusahaan jasa minyak Baker Hughes menunjukkan.

Permintaan minyak mentah juga diperkirakan akan jatuh dalam beberapa bulan ke depan. Kilang-kilang AS biasanya mengurangi tingkat operasi untuk melakukan pemeliharaan musiman ketika musim mengemudi musim panas berakhir.

Pasar telah menurun selama tujuh hari dari delapan hari terakhir. Harga minyak di New York sempat bangkit pada Jumat, karena angka pertumbuhan ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan menyebabkan dolar jatuh, sehingga minyak yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih murah.

Sumber : Antara

Tag : Harga Minyak
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top