BURSA AS: Indeks S&P 500 Melemah 0,13%, Tertekan Sektor Energi

Indeks Standard & Poors 500 ditutup melemah 0,13% atau 2,76 poin ke posisi 2.170,84, sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,15% atau 27,73 poin ke 18.404,51.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Agustus 2016 06:55 WIB
Bursa AS Wall Street - Reuters/Carlo Allegri

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham AS ditgutup melemah menyusul melemahnya harga minyak mentah yang memicu aksi jual di saham energi.

Indeks Standard & Poor’s 500 ditutup melemah 0,13% atau 2,76 poin ke posisi 2.170,84, sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,15% atau 27,73 poin ke 18.404,51.

Penguatan sektor perawatan kesehatan dan teknologi tertekan di perdagangan sore oleh harga minyak mentah yang turun ke level US$40 per barel, sehingga menyeret produsen minyak dan gas untuk penurunan terburuk dalam lima pekan terakhir.

"Fluktuasi hari ini benar-benar didorong oleh sektor energi, khususnya minyak mentah," kata Michael Antonelli dari Robert W. Baird & Co seperti yang dikutip Bloomberg.

Ia melanjutkan, The Fed tidak benar-benar memberikan sentimen dan laporan keuangan emiten belum benar-benar menawarkan sesuatu yang mengesankan.

Saham Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp turun lebih dari 3,2%. Biogen Inc memimpin penguatan di sektor perawatan kesehatan tinggi setelah hasil uji coba yang positif untuk obat yang sedang dikembangkan dengan Ionis Pharmaceuticals Inc.

Seiring dengan Biogen, penguatan 1,1% di saham Apple Inc, Amazon.com Inc dan Alphabet Inc juga mendorong indeks. Induk usaha Google, Alphabet naik 1,2% setelah unit usaha ilmu hayatinya membentuk usaha patungan dengan GlaxoSmithKline Plc untuk mengembangkan penggunaan sinyal listrik untuk mengobati penyakit.

Investor akan terus menilai kekuatan ekonomi AS dan menunggu data belanja konsumen, pertumbuhan industri jasa, data manufaktur dan gaji yang rencananya diumumkan pada pekan ini.

Data kemamrin ini menunjukkan aktifitas manufaktur meningkat pada bulan Juli meskipun pada kecepatan yang lebih lambat, sedangkan data terpisah menunjukkan tingkat belanja konstruksi Juni menunjukkan penurunan tak terduga.

Laporan keuangan emiten juga tetap menjadi fokus investor. Emiten indeks S&P 500 yang berencana merilis laporan keuangan pekan ini meliputi Pfizer Inc, Procter & Gamble Co, Time Warner Inc dan Priceline Group Inc.

Sumber : Bloomberg

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top