Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GRUP BAKRIE: Utang BUMI Hampir Rp100 Triliun, Begini Cara Bayarnya

Emiten tambang batu bara yang terafiliasi dengan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memiliki utang nyaris hingga Rp100 triliun. Lantas bagaimana cara membayarnya?
PT Bumi Resources Tbk/Istimewa
PT Bumi Resources Tbk/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tambang batu bara yang terafiliasi dengan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memiliki utang nyaris hingga Rp100 triliun. Lantas bagaimana cara membayarnya?

Dalam catatan perseroan, total pinjaman BUMI mencapai US$7,32 miliar setara dengan Rp99,36 triliun (kurs Rp13.575 per dolar AS). Utang itu terdiri dari total pokok pinjaman US$6,45  miliar dan bunga US$870 juta.

Direktur & Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava dalam laporan tertulis kepada PT Bursa Efek Indonesia pekan lalu mengatakan manajemen BUMI menghadapi proses persidangan dalam permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Proses PKPU sementara oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat tersebut dimohonkan oleh Castleford Investment Holdings Ltd sebagai pemilik piutang US$50 juta.

Meski tengah bersengketa, pihak Bumi Resources optimistis mampu mencapai perdamaian dengan para kreditur selama proses penundaan kewajiban pembayaran utang sementara selama 45 hari.

"Sampai dengan saat ini, belum diketahui ada atau tidaknya kreditur yang menolak atau menyetujui rencana perdamaian, oleh karena sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh tim pengurus, pembahasan voting atas rencana perdamaian baru akan dilakukan pada 6 Juni 2016," ujarnya.

Manajemen BUMI optimistis mayoritas kreditur akan memberi dukungan serta menyetujui rencana perdamaian yang diusulkan perseroan. Tetapi, pihak BUMI belum mengetahui ada atau tidaknya kreditur yang tidak setuju terhadap rencana perdamaian.

Kemudian, emiten komoditas batu bara itu berharap restrukturisasi utang yang kini tengah berlangsung itu mampu mengembalikan struktur permodalan menjadi positif akibat turunnya beban utang. Memang, per 30 September 2015, perseroan masih membukukan rugi bersih US$640,86 juta dengan defisiensi modal US$1,38 miliar.

Berikut proposal pembayaran utang Bumi Resources:

Utang

Usulan penyelesaian utang

1. Pinjaman CIC

Dikonversi menjadi saham BUMI dari penawaran umum terbatas 2014, dikonversi menjadi saham aset BUMI yaitu PT Pendopo Energi Batubara dan PT Dairi Prima Minerals, dan sisanya dikonversi menjadi saham BUMI

2. Pinjaman CBD

50% termasuk dalam new senior secured facility tranche A, 50% termasuk dalam new senior facility tranche B, opsi konversi ke Pendopo equity, dan contigent value rights

3. Obligasi berjaminan tahun 2016 & 2017 dan pinjaman bilateral

31,3% termasuk dalam new secured senior facility dan new 2021 notes, 49,9% dikonversi menjadi saham di BUMI, 4,7% (hanya Axis Bank) akan dibayar menjadi mandatory convertible bonds yang jatuh tempo dalam 5 tahun, opsi konversi ke Pendopo equity, dan contigent value rights

4. Obligasi konversi (convertible bonds)

15% dikonversi menjadi saham di BUMI

5. Pinjaman Castleford

Dikonversi menjadi saham BUMI

6. Utang konkruen lainnya (termasuk vendor-vendor)

Dikonversi menjadi saham BUMI dan jadwal pembayaran

Sumber: keterangan resmi perseroan, diolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper