Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PINJAMAN CDB: Komisi VI Merasa 'Dilangkahi' Kementerian BUMN

Komisi VI belum mendapat penjelasan resmi dari Kementerian BUMN, dan tiga bank calon penerima pinjaman PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Sebanyak 3 bank BUMN yang diwakili oleh Dirut PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin, Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Asmawi Syam, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk Achmad Baiquni, meneken kredit dengan Presdir China Development Bank (CDB) Zheng Zhijie disaksikan Menteri Menteri BUMN Rini M. Soemarno bersama dengan Chairman NDRC Xu Shaoshi./foto: istimewa
Sebanyak 3 bank BUMN yang diwakili oleh Dirut PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin, Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Asmawi Syam, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk Achmad Baiquni, meneken kredit dengan Presdir China Development Bank (CDB) Zheng Zhijie disaksikan Menteri Menteri BUMN Rini M. Soemarno bersama dengan Chairman NDRC Xu Shaoshi./foto: istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi VI DPR menyayangkan langkah Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang menginisiasi pinjaman kepada tiga bank pelat merah ke China Development Bank, tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Heri Gunawan mengatakan skema pinjaman itu selama 10 tahun dengan komposisi 30% dalam mata uang renminbi dan 70% dalam bentuk dolar Amerika Serikat.

“Sungguh sangat disayangkan, keputusan itu seperti mencederai semangat pembahasan RUU BUMN yang sedang berlangsung, dimana salah satu poin pentingnya adalah penguatan kontrol DPR terhadap setiap aksi korporasi yang strategik dan berisiko besar seperti utang,” ujar Hari seperti dikutip situs resmi DPR, Rabu (23/9/2015).

Dia mengaku Komisi VI belum mendapat penjelasan resmi dari Kementerian BUMN, dan tiga bank calon penerima pinjaman PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

“Tanpa kontrol DPR, semua hal bisa saja terjadi. Pemberi utang tentu tidak mau rugi. Tiba-tiba saja, misalnya, sudah terjadi share swap [tukar guling] atau tiba-tiba saja saham ketiga BUMN itu sudah dikuasai asing. Siapa yang tahu?”

Pada Rabu (16/9/2015), tiga bank pemerintah itu telah menandatangani pinjaman dari China Developmnent Bank (CDB) senilai US$3 miliar atau masing-masing bank memperoleh pinjaman US$1 miliar.

Pinjaman dari CDB itu merupakan bagian awal dari komitmen sebesar US$30 miliar untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper