Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mandiri Sekuritas Tangani Penerbitan Obligasi Senilai Rp13,2 Triliun

Enam penerbitan obligasi senilai Rp13,2 triliun segera terbit tahun ini. Enam mandat tersebut merupakan penerbitan yang saat ini ditangani oleh PT Mandiri sekuritas.
PT Mandiri Sekuritas (Mansek) adalah anak usaha PT Bank Mandiri Tbk. Mansek hingga saat ini menguasai pasar penerbitan obligasi nasional/Bisnis.com
PT Mandiri Sekuritas (Mansek) adalah anak usaha PT Bank Mandiri Tbk. Mansek hingga saat ini menguasai pasar penerbitan obligasi nasional/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Enam penerbitan obligasi senilai Rp13,2 triliun segera terbit tahun ini. Enam mandat tersebut merupakan penerbitan yang saat ini ditangani oleh PT Mandiri Sekuritas.

Adapun, keenam mandat penerbitan obligasi itu berasal dari berbagai sektor, mulai dari sektor keuangan, telekomunikasi, dan properti.

Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Iman Rachman mengatakan pada 2015 ini akan diwarnai dengan maraknya penerbitan surat utang. Selain untuk memenuhi kebutuhan ekspansi, maraknya penerbitan obligasi untuk membantu perusahaan memenuhi belanja modal, modal kerja serta refinancing.

”Ditambah obligasi korporasi yang akan jatuh tempo pada tahun ini mencapai Rp32,8 triliun. Hal ini menjadi katalis bagi Mandiri Sekuritas untuk terus meningkatkan kontribusi dan posisinya sebagai penjamin emisi teraktif di pasar obligasi,” kata Iman dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2015).

Saat ini, berdasarkan data Bloomberg per Mei 2015, Mandiri Sekuritas kembali menguasai posisinya sebagai penjamin emisi teraktif di pasar obligasi dengan meraih pangsa 14,7%. Dengan pencapaian ini, perusahaan optimistis dapat memperkuat dominasinya di semester II tahun ini dengan target 20 penjaminan surat utang.

Sepanjang tahun berjalan ini, nilai penerbitan emisi obligasi di Indonesia tecatat telah mencapai Rp25,7 triliun. Adapun hingga Mei 2015, Mandiri Sekuritas telah menyelesaikan delapan mandat penerbitan obligasi.

”Perusahaan BUMN ada PTPP dan Pegadaian. Kemudian swastanya, FIF, Summarecon, Bank UOB, Bank OCBC Nisp, BFI dan Alfamart,” tambahnya.

Maraknya penerbitan obligasi diharapkan dapat memperkaya portfolio investasi bagi para investor institusi seperti dana pensiun dan asuransi.

Dari sisi demand secara global, Indonesia masih menjadi salah satu pilihan investor asing untuk mencari yield yang menarik di emerging market. Hal ini diperkuat dengan posisi Indonesia yang baru saja mendapatkan upgrade rating dari Standard & Poor’s menjadi BB+ (positive).

Selain memiliki jangkauan distribusi di pasar domestik, Mandiri Sekuritas juga memiliki akses ke pasar regional. Keberadaan kantor cabang di Singapura menjadi nilai tambah bagi perusahaan dalam memperluas jalur distribusi surat utang yang diterbitkan di Indonesia kepada investor global, di antaranya obligasi korporasi rupiah, global bond korporasi dan global bond Pemerintah Republik Indonesia.

Meski demikian, kata Iman, dinamika di pasar modal tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Mansek untuk menjaga pertumbuhan bisnisnya dari tahun ke tahun. ”Mandiri Sekuritas tetap optimis dapat melanjutkan kinerja positif di tahun 2015.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper