Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Bergerak Positif, Reksa Dana Saham Masih Negatif

Meskipun kinerja indeks harga saham gabungan sepanjang tahun berjalan sudah kembali positif, nyatanya kinerja reksa dana saham masih negatif dan berkinerja di bawah indeks (underperform).

Bisnis.com, JAKARTA- Meskipun kinerja indeks harga saham gabungan sepanjang tahun berjalan sudah kembali positif, nyatanya kinerja reksa dana saham masih negatif dan berkinerja di bawah indeks (underperform).

 

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kinerja reksa dana saham sepanjang tahun berjalan (per 22 Mei 2015) masih mencatatkankan kinerja negatif meski indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik positif. Kinerja reksa dana saham tercatat -0,75% atau underperform dari IHSG yang tumbuh 1,69%.

 

Bila dibandingkan dengan data per akhir April 2015, kinerja per Mei ini memang menunjukkan peningkatan. Kinerja return reksa dana saham per April 2015 terperosok hingga -5,28%, sedangkan kinerja IHSG tercatat -2,69%.

 

Vilia Wati, analis PT Infovesta Utama mengatakan per 22 Mei 2015, kinerja year to date (ytd) rata-rata reksa dana saham memang tercatat masih negatif, sementara di periode yang sama IHSG sudah kembali positif. Meski demikian, pasca koreksi bursa saham April lalu, reksa dana saham secara rata-rata mengalami penguatan kinerja yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan IHSG.

 

Reksa dana saham mencatatkan kenaikan secara rata-rata sebesar 4,78% per 22 Mei 2015 bila dibandingkan dengan posisi di akhir April. Di periode yang sama, IHSG menguat 4,50%.

 

Menurutnya, seski di beberapa periode terakhir kinerja reksa dana saham tercatat lebih unggul dari IHSG, kinerja ytd reksa dana saham tercatat masih di bawah IHSG sepanjang tahun berjalan ini.

 

Hal ini lantaran kinerja reksa dana saham sempat tertinggal cukup jauh dari IHSG di awal tahun.

 

Salah satu faktor yang diduga turut menyebabkan tertinggalnya kinerja reksa dana saham dari IHSG adalah adanya penempatan portfolio reksa dana saham yang relatif signifikan pada sektor saham yang kinerja kurang perform sepanjang tahun ini.

 

“Sebagai contoh sektor infrastruktur dan industri dasar dan kimia,” kata Vilia kepada Bisnis, Senin (25/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper