Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mandiri Sekuritas Incar Posisi Tiga Besar Tahun Depan

PT Mandiri Sekuritas mengincar posisi tiga besar sebagai perusahaan efek dengan total nilai transaksi terbesar pada 2015.
Mandiri Sekuritas menargetkan nasabah tahun depan bisa mencapai 75.000. /Bisnis.com
Mandiri Sekuritas menargetkan nasabah tahun depan bisa mencapai 75.000. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA- PT Mandiri Sekuritas mengincar posisi tiga besar sebagai perusahaan efek dengan total nilai transaksi terbesar pada 2015. Sepanjang tahun ini, perseroan sudah berhasil menempati posisi keempat atau naik dari tahun lalu yang berada pada peringkat enam.

Direktur Capital Market PT Mandiri Sekuritas Laksono W. Widodo mengatakan saat ini total nilai transaksi perdagangan saham yang dilakukan perseroan sudah mencapai Rp100,08 triliun dengan pangsa pasar 4,58%.

Rerata transaksi harian perusahaan per 17 Desember 2014 tercatat Rp540 miliar atau naik dibandingkan dengan tahun lalu yang Rp481 miliar.

“Sejak awal Januari sampai kuartal III kami berada di peringkat keempat, tetapi kami peringkat pertama di lokal. Kami harap tahun depan bisa masuk tiga besar dengan pangsa pasar lebih dari saat ini, tahun lalu pangsa pasar kami hanya 3,8%,” kata Laksono dalam acara Paparan Kinerja PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Mandiri Sekruitas merupkan satu-satunya perusahaan pelat merah yang masuk dalam urutan 10 besar perusahaan efek dengan nilai transaksi terbesar, sisanya didominasi oleh asing.

Untuk bisa bersaing dengan asing, kata Laksono, pihaknya akan memaksimalkan kantor cabang Mandiri Sekuritas yang ada di Singapura.

Saat ini, kantor cabang di Singapura digunakan untuk memasarkan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat untuk PT Pertamina Persero, PT Pakuwon Jati Tbk dan sukuk global. Rencananya, tahun depan perseroan juga akan memasarkan global bond dan singapura bond.

Menurut Laksono, pada semester II tahun depan kantor cabang di Singapura itu akan diubah menjadi anak perusahaan. Langkah itu dilakukan untuk menghadapi pasar Asean. “Jadi nanti, selain memasarkan produk, anak usaha di Singapura bisa melakukan kegiatan seperti perusahaan di sini, tapi bukan untuk ritel,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Abiprayadi Rianto menargetkan pendapatan dari penerbitan saham dan surat utang tahun depan bisa mencapai Rp11 triliun-Rp12 triliun. Target tersebut hampir sama dengan target tahun ini.

Sepanjang tahun ini, dari 46 mandat penerbitan saham dan surat utang dari 43 perusahaan dengan nilai emisi Rp35,5 triliun, Mandiri Sekuritas mendapatkan porsi Rp11,4 triliun.

Artinya, pencapaian tersebut sudah memenuhi target. Adapun rinciannya, dari penerbitan IPO yang ditangani senilai Rp2,26 triliun, Mansek mendapatkan Rp650 miliar.

Kemudian dari surat utang sekitar Rp27,7 triliun dengan pendapatan yang diperoleh Mandiri Sekuritas senilai Rp10,790 triliun. Sementara itu, private placement yang ditangani perseroan senilai Rp5,39 triliun.

“Tapi untuk nilai yang kami dapat dari private placement tidak bisa kami katakan. Itu penerbitan dari Garuda Indoensia, PT Telkom dan XL,” kata Abi.

Untuk tahun depan, dengan target pendapatan dari penerbitan saham dan surat utang senilai Rp12 triliun, diperkirakan ada delapan mandat penerbitan saham dan 20 surat utang yang akan ditangani oleh Mandiri Sekuritas.

Mandiri Sekuritas juga menargetkan jumlah nasabah tahun depan bisa mencapai 75.000 atau naik dua kali lipat dari jumla saat ini yang 36.000 nasabah. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan memaksimalkan sosialisasi dan edukasi dengan menambah jumlah pusat layanan.

Saat ini, perseroan memiliki 35 cabang di Indonesia dan 1 di Singapura. Perusahaan juga sudah memiliki 234 outlet di cabang-cabang Bank Mandiri. “Tahun depan akan menambah 20 pusat layanan, 50% masih di Jawa,” tambah Laksono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper