Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

INTILAND DEVELOPMENT (DILD) Catat Laba Bersih Naik 43,5%

PT Intiland Development Tbk membukukan kinerja yang mengesankan pada kuartal III/2014, setelah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 43,5% menjadi Rp300 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp209,2 miliar.
 Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Intiland Development Tbk membukukan kinerja yang mengesankan pada kuartal III/2014, setelah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 43,5% menjadi Rp300 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp209,2 miliar.

Sementara itu, laba usaha naik 24% secara year-on-year (YoY) ke posisi Rp436,2 miliar.

Dalam keterangan resmi yang diperoleh Bisnis Kamis (30/10/2014), Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development (DILD) Archied Noto Pradono menuturkan naiknya profitabilitas didorong oleh meningkatkan pendapatan usaha.

"Hasil penjualan dari proyek pengembangan superblok dan residensial menjadi pendorong naiknya pendapatan," ujarnya.

Revenue DILD selama sembilan bulan pertama 2014 tercatat sebesar Rp1,3 triliun, lebih tinggi 24,8% dari posisi periode yang sama setahun sebelumnya. Segmen pengembangan residensial menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp456,3 miliar, setara dengan 35% dari total pendapatan.

Pengembangan superblok berkontribusi 28,5% atau sekitar Rp370,8 miliar. Kemudian, proyek superblok South Quarter memberikan 25% dan perumahan Graha Natura 14%.

Di sisi tipe, pendapatan pengembangan atau development income masih menjadi penyumbang tertinggi dengan porsi 90,5% atau Rp1,18 triliun. Sementara, sisanya berasal dari pendapatan berkelanjutan proyek gedung perkantoran serta sarana golf dan olahraga.

"Kami terus memperbesar kontribusi pendapatan berkelanjutan seiring akan beroperasinya gedung-gedung perkantoran. Salah satunya adalah South Quarter di Jakarta yang akan beroperasi menerima tenant kantor tahun depan," papar Archied.

Di sisi marketing sales, per September DILD sudah meraup Rp1,8 triliun atau 64% dari target sepanjang 2014. Dari jumlah itu, recurring income hanya berkontribusi Rp138 miliar atau 8%. Sumbangan terbesar masih berasal dari development income yang mencapai Rp1,66 triliun.

Sekitar 44% dari jumlah tersebut berasal dari proyek pengembangan superblok dan 42% dari pengembangan hunian. Proyek Aeropolis dan South Quarter masing-masing menyumbang Rp358 miliar dan Rp245 miliar. Adapun Regatta berkontribusi Rp289 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Annisa Margrit
Editor : Nurbaiti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper