Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pergerakan IHSG Tahun Ini Lebih Stabil

Perubahan fraksi harga yang mulai diterapkan awal tahun sudah memperlihatkan dampaknya. Pergerakan indeks harga saham gabungan dinilai menjadi lebih stabil dibandingkan dengan tahun lalu.n

Bisnis.com, JAKARTA- Perubahan fraksi harga yang mulai diterapkan awal tahun sudah memperlihatkan dampaknya. Pergerakan indeks harga saham gabungan dinilai menjadi lebih stabil dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan setelah sembilan bulan diterapkan, aturan fraksi harga yang baru membuat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) lebih stabil.

“Yang jelas dari review kami, discovery price lebih smooth, terbukti pergerakan IHSG di atas 2% ke atas dan di atas 2% ke bawah lebih kecil,” kata Samsul belum lama ini.

Menurutnya, pergerakan harga saham lebih dari 2% ke atas dan lebih dari 2% ke bawah sepanjang tahun lalu terjadi lebih dari 100 kali.

Sedangkan tahun ini, jauh lebih kecil. Namun demikian, pihaknya belum bisa mengemukakan data lebih merinci.

“Datanya ada, nanti ya. Yang pasti, dengan mendekatkan fraksi, ini dirasakan lebih baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, BEI menetapkan keputusan melalui surat Kep-00071/BEI/11-2013 mengenai Perubahan Satuan Perdagangan dan Fraksi Harga yang berlaku efektif pada 6 Januari 2014. Perubahan fraksi harga dinilai menimbulkan dampak negatif terutama bagi trader saham yang notabene memiliki rentang waktu beli dan jual saham sangat pendek.

Fraksi adalah perubahan harga saham per tick atau per point. Jika dulu harga saham di kisaran Rp200 sampai < Rp500 fraksi harganya Rp5 per tick, sekarang menjadi Rp 1 per tick.

Kemudian, saham yang harganya di kisaran Rp500 sampai < Rp2000, dulunya fraksi harga Rp10 per tick menjadi Rp5 per tick. Begitu juga dengan saham yang harganya Rp2000 sampai < Rp5000 dari fraksi harga Rp25 per tick diubah menjadi Rp5 per tick. Adapun harga saham di atas Rp5000, tadinya fraksi harga Rp50 per tick, diubah menjadi Rp25 per tick.

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan perubahan fraksi harga yang baru memang terbukti membuat volume transaksi saham menjadi lebih liquid. Pasalnya, perubahan ini mendekatkan jarak antara permintaan dan penawaran (bid and offer).

“Sekarang lebih liquid. Kalau dulu antara bid dan offer terlalu lebar jadi harga tidak turun-turun sehingga transaksi sulit dieksekusi. Kalau sekarang  karena tidak terlalu jauh, jadi mudah eksekusi transaksi, kalau ada yang rugi, ruginya juga jadi tidak terlalu besar," kata Budi saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/9).

Meski demikian, perubahan tersebut tidak memberikan dampak manis untuk trader lantaran membuat trader jangka pendek lebih sulit mendapatkan untung karena pergerakan harga menjadi terbatas.

Misalnya, dengan aturan lama bila membeli saham Rp2000, kenaikan per tick memberi keuntungan sekitar 1,25 %. Dengan aturan baru, keuntungan yang diperoleh sekitar 0,25% saat membeli saham Rp2000.

“Kalau dulu fraksi naik 1 atau 2 saja sudah bisa untung, sekarang harus menunggu beberapa fraksi dulu.”

Menurutnya, setelah berlakunya perubahan tersebut, sedikit trader yang mengurangi kegiatan transaksi. Padahal, peran trader dalam meningkatkan nilai transaksi lebih tinggi dibandingkan dengan investor jangka panjang.

Marciano Herman, Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas mengatakan Danareksa perubahan fraksi bukan faktor yang membuat nilai transaksi perdagangan saham stagnan cenderung menurun saat ini.

“Bukan masalah fraksi, tidak ada perubahan. Kebanyakan investor juga masih melihat fundamental. Kalau yang ambil gain dari perbedaan sisi fraksi saya rasa kecil,” jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper