Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IPO 2017, Dafam Group Incar Dana Hingga Rp1 Triliun

Dafam Group, perusahaan properti dan hotel management, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada 2017 dan mengincar dana hingga Rp1 triliun.nn

Bisnis.com, JAKARTA — Dafam Group, perusahaan properti dan hotel management, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada 2017 dan mengincar dana hingga Rp1 triliun.

Presiden Direktur Dafam Group Billy Dahlan berharap IPO bisa dipercepat dari rencana semula pada 2019. Saat ini, perseroan terus mematangkan rencana tersebut.

“Kami sudah beberapa kali menjajaki itu [IPO], sudah setahun ini. Tapi secara legal dan yang lainnya masih banyak yang harus dibenahi terlebih dahulu,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara penandatanganan kerja sama investasi properti dan reksa dana Dafam Group dan Panin Asset Management, Rabu (20/8/2014).

Billy mengakui saat ini memang sudah ada beberapa perusahaan sekuritas yang memberikan advisory. Namun, pihaknya belum secara resmi menunjuk underwriter

“Mungkin tiga tahun dari sekarang bisa IPO, tahun 2017. Saat ini kami berupaya membesarkan aset dulu. Saat ini aset Dafam Group sekitar Rp800 miliar,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, Dafam Group berencana melepas saham ke publik hingga 40%. Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk ekspansi pembangunan proyek properti dan juga menambah land bank. Land bank perseroan saat ini sekitar 200 hektare (ha).

“Dana IPO-nya mungkin sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun,” ujarnya.

Billy mengaku banyak pihak yang menawarkan kerja sama untuk mengembangkan properti, khususnya di Jawa Tengah. Namun, untuk pengembangan itu tetap dibutuhkan dana yang besar. “Kami harus raising fund dan tidak bisa dari bank terus,” ujar Billy.

Dafam Group, yang merupakan singkatan dari Dahlan Family ini, tidak hanya berbisnis di bidang properti (mencakup perumahan, kondotel dan apartemen), tapi juga bidang lain termasuk hotel management dan lifestyle.

Saat ini Dafam Group melalui anak usahanya PT Dafam Property Indonesia atau Dafamland, memiliki enam hotel yaitu Hotel Dafam Semarang, Hotel Marlin Pekalongan, Hotel Dafam Pekalongan, Hotel Dafam Cilacap, Hotel Dafam Pekanbaru, dan Grand Dafam Palembang.

“Setelah akuisisi hotel di Pekanbaru dan menjadi Hotel Dafam Pekanbaru, sebelum akhir tahun ini kami akan akuisisi satu hotel lagi di Medan. Kami harap bisa menambah rata-rata dua hotel setiap tahun,” jelas Billy.

Untuk perumahan, Dafamland merupakan pengembang dari Jatayu Residence Pekalongan, Gaia Residence Batang dan Gaia Residence Semarang.

Sementara itu untuk bisnis hotel management, Director of Operations Dafam Group Albert Tomas mengatakan saat ini pihaknya menjadi operator untuk 14 hotel dan akan ada tambahan 21 hotel lagi, sehingga totalnya menjadi 35 hotel pada akhir 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper