Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Reksa Dana Syailendra Capital Protected Fund 4 Dilikuidasi

PT Syailendra Capital selaku manajer investasi dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. selaku bank kustodian, sepakat untuk melikuidasi produk reksa dana terproteksi kontrak investasi kolektif Syailendra Capital Protected Fund 4.

Bisnis.com, JAKARTA—PT Syailendra Capital selaku manajer investasi dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. selaku bank kustodian, sepakat untuk melikuidasi produk reksa dana terproteksi kontrak investasi kolektif Syailendra Capital Protected Fund 4.

Hal itu tertuang dalam pengumuman rencana pembubaran dan likuidasi produk reksa dana tersebut seperti dikutip dari iklan di media massa, Jumat (11/4/2014).

Sebelumnya, keduabelah pihak telah membuat dan menandatangani akta kontrak investasi kolektif reksa dana terproteksi Syailendra Capital Protected Fund 4 No.15 tanggal 13 Juli 2011 dan akta perubahan No.27 tanggal 15 Agustus 2011.

Kedua kontrak tersebut dibuat di hadapan notaris Buchari Hanafi di Tangerang. Namun Syailendra Capital menyatakan saat ini sudah tidak ada lagi pemegang unit penyertaan dalam Syailendra Capital Protected Fund 4.

Oleh sebab itu, sesuai dengan butir 37.d Peraturan IV.B.1 dan kontrak pasal 27.1 huruf d, produk reksa dana tersebut wajib dibubarkan jika manajer investasi dan bank kustodian telah sepakat untuk membubarkannya.

Melalui pengumuman yang dirilis, Jumat (11/4/2014), manajer investasi dan bank kustodian telah menyatakan sepakat untuk membubarkan Syailendra Capital Protected Fund 4.

“Pemegang unit penyertaan dapat menghubungi manajer investasi untuk mendapatkan rencana pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi dimaksud,” tulis manajemen Syailendra Capital seperti dikutip, Jumat (11/4/2014).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper