Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prediksi Rupiah Pekan Ini, Tertekan Dipengaruhi Teka-Teki The Fed

Pekan ini rupiah diperkirakan masih bakal tertekan oleh berbagai isu negatif terutama terkait spekulasi penarikan stimulus moneter untuk Amerika Serikat (tapering).
Ilustrasi/Bisnis.com
Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pekan ini rupiah diperkirakan masih bakal tertekan oleh berbagai isu negatif terutama terkait spekulasi penarikan stimulus moneter untuk Amerika Serikat (tapering).

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan meskipun isu tapering sempat mengendur sesaat karena testimoni kandidat Gubernur Federal Reserve (the Fed) Janet Yellen, hal itu tak lantas mengalihkan fokus pasar pada isu tersebut.

“Meskipun [Yellen] dukung stimulus, tetap saja data yang keluar kalau bagus mendukung tapering,” kata Ariston saat dihubungi akhir pekan lalu.

Hal senada diungkapkan oleh analis dari PT Trust Securities Reza Priyambada. Menurutnya sepanjang pekan depan belum ada sinyal positif untuk pergerakan yang bisa mengerek nilai mata uan Garuda.

“Untuk minggu depan [minggu ini] belum melihat ada tanda-tanda rupiah dapat kembali mengalami rebound kecuali ada data-data positif yang kemungkinan bisa dirilis pekan depan,” katanya.

Data internal dari perekonomian Indonesia memang sudah habis. Saat ini, pasar menantikan sejumlah data penting tentang perekonomian AS yang akan dirilis dalam minggu ini. Ada beberapa data yang ditunggu, seperti penjualan ritel, notulensi pertemuan Fed Market Open Committee, dan tingkat inflasi AS.

Jika data-data tersebut menunjukkan perbaikan, Ariston menilai hal itu akan membangkitkan kembali spekulasi pasar soal percepatan tapering. Hal tersebut tentunya bakal mengerek dolar dan secara otomatis bakal menekan rupiah dan mata uang emerging market lainnya.

Dalam kondisi demikian, Reza menekankan Bank Indonesia haru mengantisipasi lonjakan permintaan dolar sebagai aset safe haven. “Yang seharusnya bisa diantisipasi dengan membatasi permintaan dolar di dalam negeri agar nggak terjadi peningkatan permintaan dolar yang terlalu tinggi,” ungkapnya.

Dia lantas menambahkan, pada pertengahan pekan depan jika lelang obligasi bisa meraup dana lebih besar dibandingkan dengan lelang sebelumnya, kondisi tersebut bisa menopang dan memberikan sentimen positif terhadap rupiah.

Sementara itu, para analis tersebut memprediksi kisaran pergerakan rupiah dalam sepekan ini akan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan minggu lalu. Rentang pergerakan ada di level Rp11.500-Rp11.700 per dolar AS.

Sepanjang minggu lalu, rupiah bergerak melemah pada kisaran Rp11.563-Rp11.623 per US$. Sementara itu, nilai tengah BI juga tergerus dan bergerak pada rentang nilai Rp11.468—Rp11.644 per dolar AS. Rupiah mencapai titik terlemahnya pada Rabu (13/11/2013) di level Rp11.644.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sepudin Zuhri

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper