Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Isu Pengetatan Stimulus AS Merebak, Harga Tembaga Melemah

Kontrak tembaga anjlok ke level terendah dalam 15 pekan di tengah merebaknya spekulasi bahwa bank sentral AS akan memperketat stimulus moneter tahun ini, sedangkan produksi logam China mengalami peningkatan tertinggi dalam satu bulan.

Bisnis.com, JAKARTA—Kontrak tembaga anjlok ke level terendah dalam 15 pekan di tengah merebaknya spekulasi bahwa bank sentral AS akan memperketat stimulus moneter tahun ini.

Di sisi lain, produksi logam China mengalami peningkatan tertinggi dalam satu bulan.

Ketua bank sentral AS cabang Atlanta, Dennis Lockhart mengatakan pengetatan stimulus moneter bisa jadi dilakukan bulan depan, sedangkan produksi tembaga olahan China selama Oktober naik 23% menjadi 637.000 metrik ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kontrak turun 14% pada 2013 yang sebagian disebabkan oleh prospek peningkatan produksi tambang.

“Pengetatan stimulus dalam waktu dekat dan lonjakan produksi China mengakibatkan penurunan harga tembaga,” ujar Michael Turek, seorang direktur senior pada Newedge Group SA di New York sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis, (14/11/2013).

Kontrak tembaga untuk pengiriman Desember turun 2,3% menjadi us$3,1595 per pound pada pukul 13.21 waktu setempat atau pukul 12.21 WIB di bursa Comex, New York. Penurunan itu merupakan yang tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak 26 Juli lalu.

Di bursa London Metal Exchange, tembaga untuk kontrak tiga bulan turun 2% menjadi US$6.980 per ton (US$3,17 per pound). Harga aluminum  turun, sedangkan nikel, seng dan timah menguat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nurbaiti
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper