Jum'at, 01 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Pertumbuhan Saham Consumer Goods Diprediksi Melambat

Nenden Sekar Arum   -   Selasa, 20 Agustus 2013, 14:17 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan saham emiten perusahaan barang-barang konsumsi (consumer goods)  pada semester II/2013 diprediksi melambat.

Hal tersebut dipengaruhi dengan penetapan suku bunga Bank Indonesia dan kebijakan perbankan lainnya.

Kepala Riset PT Buana Capital Alfred Nainggolan menilai kebijakan perbankan berpengaruh pada tingkat konsumsi masyarakat yang selama ini ikut mengendalikan pergerakan kinerja emiten consumer goods.

Hal itu juga berpengaruh pada perusahaan yang mengandalkan pembiayaan melalui perbankan.

“Kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing juga perlu dicermati, apalagi untuk emiten-emiten yang memiliki utang dalam kurs dolar AS misalnya INDF,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (19/8/2013).

Perlambatan pertumbuhan saham emiten consumer goods juga didukung dengan kenaikan harga BBM pada Juni lalu. Sebelumnya perlambatan juga tercermin dari laporan keuangan semester I/2013. Rata-rata terjadi penurunan margin dan laba kotor yang disebabkan kenaikan beban produk akibat kenaikan harga bahan baku dan UMR.

Selama semester I/2013, pertumbuhan saham emiten consumer goods hanya mengalami kenaikan sebesar 2%-3%, hal serupa juga diprediksi akan terjadi di semester kali ini. Apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini, semester II dinilai akan lebih berat bagi perseroan.

“Saham-saham emiten consumer goods akan tetap tumbuh, tapi tidak sebagus tahun lalu,” imbuhnya.

Meski demikian, saham-saham consumer goods tetap bisa dilirik untuk dijadikan pilihan di semester II. Analis PT Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza menilai sektor barang konsumsi masih memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan dengan sektor lain.

Rheza menilai di semester II margin laba bersih emiten consumer goods diprediksi akan meningkat, apalagi untuk perseroan yang menggunakan komoditas dunia sebagai bahan baku. Pasalnya saat ini harga komoditasdunia melemah.

Menurutnya saham yang patut dilirik adalah perseroan yang berkonsentrasi pada produksi makanan pokok seperti AISA, sedangkan ICBP dan ULTJ terdorong dengan prediksi kenaikan konsumsi susu hingga 20% pada tahun ini.

“Dalam beberapa pekan harga saham emiten consumer goods memang cenderung melemah tapi hal tersebut lebih terpengaruh pergerakan IHSG. Meskipun terkoreksi tetapi tidak terlalu dalam seperti sektor lainnya,” ujarnya.

Pada perdagangan Selasa (20/8/2013) siang, pergerakan saham consumer goods berada pada zona merah. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 5,51% atau 350 poin ke level Rp9.350, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 5,22% atau 350 poin ke level Rp6.000, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) turun 250 poin atau 3,21% ke level Rp7.550.

Adapun PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun 11,93%% atau 3.950 poin ke level Rp29.000, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ) turun 11,93% atau 525 poin ke level Rp3.875, dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) turun 8% atau 100 poin ke level Rp1.150.


Editor : Ismail Fahmi

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.