Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Kupon ORI010 Bakal Melambung, Dipicu Inflasi dan BI Rate

Lavinda   -   Rabu, 14 Agustus 2013, 20:05 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Analis memperkirakan tingkat kupon obligasi ritel negara Seri 010 akan melambung hingga level lebih dari 7% didorong oleh inflasi dan suku bunga acuan yang meningkat drastis.

Direktur Utama Bond Research Institute Tumpal Sihombing menambahkan proyeksi tingkat kupon ORI yang tinggi didorong oleh ekspektasi inflasi pada kuartal ketiga tahun ini. Selain itu, pemerintah menerbitkan obligasi ketika harga di pasar obligasi terdiskon cukup dalam.

“BI Rate masih ada potensi naik ke level 6,75%-7%,akan berpengaruh juga pada suku bunga pasar uang. Yield tentu akan berpengaruh karena ekspektasi investor juga naik, hal itu selalu in line,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (14/8/2013).

Dengan tingginya tingkat kupon ORI010, pemerintah akan terbebani oleh biaya bunga utang yang lebih besar dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU), masa penawaran awal ORI010 akan berlangsung pada 20 September-4 Oktober 2013 dengan penetapan kupon sehari sebelumnya.

Penjatahan dilakukan pada 7 Oktober dan setlement diagendakan pada 9 Oktober 2013, terakhir pencatatan di bursa pada 10 Oktober 2013

Surat utang bertenor 3 tahun ini paling sedikit dipesan senilai Rp5 juta dan maksimum pemesanan Rp3 miliar.

 

 


Editor : Hery Lazuardi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.