Minggu, 26 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KURS DOLLAR (19/6/2013): Yen Melemah 0,9% ke 95,33/US$

Sepudin Zuhri   -   Rabu, 19 Juni 2013, 04:52 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, NEW YORK--Yen melemah untuk hari kedua terhadap dolar AS ,karena Federal Reserve mengadakan pertemuan dua-hari yang dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang kapan pembuat kebijakan AS akan mulai mengurangi pembelian obligasi.

Mata uang Jepang dikupas keuntungan bulan ini setelah bank sentral negara itu memperkirakan saldo current account meningkat ke rekor di tengah stimulus moneter belum pernah terjadi sebelumnya.

Real (Brasil) menyentuh level terendah dalam empat tahun, mendorong bank sentral Brasil untuk campur tangan untuk hari kedua berturut-turut, karena sebuah laporan menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Swiss franc menguat terhadap semua 16 mata uang utama.

"The Fed telah absen banyak investor," Joe Manimbo, seorang analis pasar di Western Union Business Solutions seperti dikutip Bloomberg, Rabu (19/6/2013).

"Mengingat ketidakpastian tingkat tinggi atas pertemuan Fed kali ini, saya pikir investor bermain cukup netral."

Yen melemah 0,9% menjadi 95,33 per dollar AS pada pukul 5 sore di New York atau 04.00WIB (19/6/2013) setelah terdepresiasi 0,2% persen kemarin.

Mata uang telah rally 5,4% pada bulan ini. Mata uang Jepang melemah 1,1% menjadi 127,67 per Euro. Euro naik 0,2% menjadi US$1.339,2, naik ke level tertinggi secara penutupan sejak 13 Februari.


Source : Bloomberg

Editor : Sepudin Zuhri

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.