Rabu, 03 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

HARGA KARET: Merosot Tajam ke Level Terendah Dalam 9 Bulan

Immanuel Giras Pasopati   -   Rabu, 12 Juni 2013, 10:58 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, TOKYO—Harga karet merosot tajam ke level terendah dalam 9 bulan, setelah mata uang Jepang mengalami reli penaikan terbesar dalam 3 tahun terhadap dolar AS, sehingga mengurangi selera investor untuk kontrak berjangka berdenominasi yen.

Kontrak untuk pengiriman November turun sebanyak 3,9% menjadi 239 yen per kilogram (US$2.476 per ton) di Tokyo Commodity Exchange, merupakan level terendah sejak 12 September. Nilai kontrak diperdagangkan di level 240,6 yen pada Rabu (12/6/2013) pukul 11.00 waktu Tokyo, memperpanjang penurunan tahun ini menjadi 20%.

Yen diperdagangkan pada level 96,47 per dolar setelah menanjak sebanyak 3,2% pada perdagangan kemarin, Selasa (11/6/2013), merupakan kenaikan terbesar sejak Mei 2010. Saham Asia memperpanjang aksi jual global karena investor menimbang kebijakan bank sentral untuk menambah stimulus setelah Bank of Japan tidak merubah program pinjamannya.

"Kontrak berjangka kehilangan dukungan dari pasar mata uang setelah Bank of Japan menahan diri untuk menambahkan stimulus," Naohiro Niimura, partner di perusahaan riset Market Risk Advisory Co di Tokyo pada Rabu (12/6/2013) seperti dikutip di Bloomberg.

Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda mengatakan, para pembuat kebijakan akan membahas operasi pendanaan lagi, setelah rencananya untuk melipatgandakan basis moneter Jepang pada April tidak berubah.

Menurut Institut Penelitian Karet Thailand karet free on-board Thailand naik 0,7% menjadi 88 baht (US$2,83) kemarin kilogram. Harga didukung oleh kekhawatiran bahwa hujan di provinsi selatan Thailand, daerah produksi utama, mengganggu penyadapan.


Source : Bloomberg

Editor : Nurbaiti

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.