Rabu, 26 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

HARGA KEDELAI: Anjlog, Panen Bakal Melonjak

Immanuel Giras Pasopati   -   Kamis, 06 Juni 2013, 12:02 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, SINGAPURA—Harga kedelai turun di tengah meningkatnya optimisme bahwa panen global akan mengalahkan rekor sebelumnya, yang diperkirakan oleh Departemen Pertanian AS (USDA) pada bulan lalu.

Nilai kedelai untuk pengiriman Juli turun sebanyak 0,8% menjadi US$15,1925 per bushel di Chicago Board of Trade, dan berada di US$15,265 pada Kamis lalu pukul 11.12 di Singapura. Volume perdagangan adalah 23% di atas rata-rata 100-hari.

Tim peneliti Informa Economics Inc berbasis Memphis, Tennessee memperkirakan, tanaman kedelai global akan berjumlah 286,59 juta ton pada tahun mulai 1 September, lebih besar dari 282,70 juta ton pada bulan lalu.

Adapun jumlah tersebut berbanding dengan perkiraan USDA pada jumlah rekor 285,50 juta ton. Lembaga yang berbasis di Washington ini berencana untuk memperbarui prospek pasokan tanaman dunia pada 12 Juni mendatang.

Pihak Informa menambahkan, panen jagung dunia akan berjumlah 966,95 juta ton pada tahun yang dimulai 1 Juli naik dari perkiraan sebesar 966,52 ton pada bulan lalu. Hal tersebut dibandingkan dengan prediksi USDA sebesar 966 juta ton untuk bulan lalu.

Lebih lanjut, harga jagung untuk pengiriman Desember naik 0,2% menjadi US$5,435 per bushel di Chicago, sementara gandum untuk pengiriman Juli naik 0,1% menjadi US$7,025 per bushel. (Bloomberg)


Source : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.