Selasa, 23 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

HARGA KARET: Thailand Kurangi Ekspor, Harga Langsung Melonjak

Immanuel Giras Pasopati   -   Kamis, 09 Mei 2013, 14:49 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, TOKYO—Harga karet melonjak ke tingkat tertinggi dalam hampir 2 bulan, setelah pembatasan pengiriman oleh Thailand, eksportir terbesar di dunia. Hal itu mendorong harga tunai menjadi lebih tinggi dari harga acuan di Tokyo Commodity Exchange.

Harga karet untuk pengiriman Oktober naik ke level tertinggi untuk perdagangan teraktif sejak 13 Maret, sebanyak 3,3% menjadi ¥ 285,2 per kg (US$2.884 per ton) di bursa Tokyo. Kontrak berjangka diperdagangkan di ¥ 279,8 di 10.16.

Sementara itu, menurut Institut Penelitian Karet Thailand, harga karet free on board Thailand naik ke level tertinggi sejak 12 Maret, sebesar 0,3% menjadi 89.10 baht (US$3) per kg.

Wakil Menteri Pertanian Yuttapong Charasathien mengatakan Thailand memperpanjang batas pada ekspor  sampai dengan 60 hari hingga akhir Mei untuk meningkatkan harga.

"Nilai kontrak berjangka di Tokyo terkoreksi lebih tinggi karena pasar undervalued dibandingkan dengan harga tunai di Thailand," ujar Hideshi Matsunaga, seorang analis ACE Koeki Co di Tokyo. (8/5/2013).

Yuttapong menambahkan, Thailand berencana untuk menurunkan pengiriman karet sebesar 10% sampai Mei untuk mendukung harga. Pemerintah Thailand tidak memiliki rencana segera untuk menjual karet dari stok.

Adapun, harga karet untuk pengiriman September di Shanghai Futures Exchange turun 0,6% menjadi 20.380 yuan (US$3,318) per ton. (sep)


Source : Bloomberg

Editor : Sepudin Zuhri

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.