Jum'at, 22 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

HARGA KARET Melonjak Akibat Yen Melemah

Immanuel Giras Pasopati   -   Selasa, 07 Mei 2013, 17:11 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, TOKYO—Harga karet melonjak ke level tertinggi dalam sebulan setelah mata uang Jepang turun mendekati level terendah dalam 4 tahun. Hal itu meningkatkan daya tarik kontrak berjangka berbasis yen, yang juga terjadi setelah data tingkat pekerja AS naik.

Nilai kontrak karet untuk pengiriman Oktober naik sebanyak 5,9% menjadi ¥ 268,4 per kilogram (US$2.714 per metrik ton), penaikan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 8 April. Kontrak berjangka diperdagangkan pada ¥ 266,3 di Tokyo Commodity Exchange pukul 10.15.

Sementara itu, yen melemah menjadi 99,44 per dolar, mendekati level terendah dalam 4 tahun dari level 99,95 yang dicapai pada 11 April. Mata uang Jepang berada di bawah tekanan karena ekspektasi pemulihan ekonomi AS akan bertambah cepat setelah laporan menunjukkan jumlah pekerja naik lebih dari perkiraan bulan lalu.

"Optimisme tumbuh dengan pemikiran pemulihan AS meningkat, hal itu meningkatkan selera investor untuk karet berjangka," Kazuhiko Saito, seorang analis Fujitomi Co di Tokyo (6/5)

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan tingkat pekerja Amerika meningkat sebesar 165.000 pekerja bulan lalu, setelah direvisi 138.000 pada Maret karena penaikan lebih tinggi dari perkiraan pertama. Menurut survei Bloomberg, pertumbuhan ekonomi AS akan melambat menjadi 1,5% pada kuartal ini sebelum menguat menjadi 2,6% dalam 3 bulan terakhir tahun ini.

Adapun harga karet untuk pengiriman September di Shanghai Futures Exchange turun 0,4% menjadi 19.865 yuan (US$3,221) per ton. Menurut Institut Penelitian Karet Thailand, karet free on board Thailand menguat 0,6% menjadi 85,85 baht (US$2,90) per kilogram pada 3 Mei.


Source : Bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.