Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BISNIS BATU BARA: ITMG Tambah Investasi US$ 90 juta

Vega Aulia Pradipta   -   Rabu, 01 Mei 2013, 15:21 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk  menganggarkan investasi  US$90 juta  untuk perluasan kapasitas dua terminal batu bara di Kalimantan Timur.

Direktur Indo PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Edward Manurung mengatakan investasi tersebut diambil dari dana internal.

Dia mengatakan dana tersebut  digunakan untuk  perluasan terminal batu bara PT Indominco Mandiri di Bontang, Kaltim dengan nilai investasi US$60-juta-US$70 juta.

Sisanya  digunakan untuk perluasan terminal batu bara PT Trubaindo Coal Mining di Muara Bunyut, Kutai Barat, Kaltim dengan nilai investasi sekitar US$20 juta.  

 “Kami ada rencana memperluas coal terminal yang di Bontang dari 20,5 juta ton menjadi 30 juta ton. Itu sekitar 2-3 tahun lagi selesai. Selain itu, di Bunyut dari 9 juta ton menjadi 15 juta ton, selesai sekitar 1-2 tahun lagi,” ujarnya di sela  acara Investor Day di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/5/2013).

 Edward mengemukakan  belum ada rencana akuisisi tambang batu bara yang akan dilakukan perseroan dalam waktu dekat,

Realisasi produksi Kuartal I/2013,, ujarnya,  akan segera dirilis. Untuk  harga jual rerata  batu bara yang diperoleh perseroan sedikit lebih rendah dari harga pada Kuartal IV/2012.

 “Untuk Kuartal I/2013, target produksi kami 6,7 juta ton. Sekadar gambaran, hasilnya lebih bagus dari angka target produksii,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Indo Tambangraya Hartono Widjaja mengaku optimistis permintaan batu bara dunia masih akan naik, sementara harganya saat ini melemah mengikuti  siklusnya.

 Hartono  menambahkan selain mengelola tambang batu bara, perseroan juga mengkaji masuk ke bisnis pembangkit listrik berbasis batu bara (PLTU).

Menurutnya, induk usaha perseroan yang berbasis di Thailand, yakni Banpu Public Company Limited sudah lama memiliki pengalaman di bisnis PLTU, selain berbisnis batu bara.

 “Kami masih lihat  peluangnya, belum ada business model yang fix, belum sampai ikut tender PLTU  PLN. Kalau  jadi masuk, kami akan bentuk  entitas anak usaha sendiri yang mengurus PLTU,” ujarnya.  (ltc)


Editor : Linda Teti Silitonga

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.