Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA EFEK: Sekolah Pasar Modal di Surabaya Mampu Gaet Investor

BISNIS.COM, SURABAYA--PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 20% dari total peserta Sekolah Pasar Modal (SPM) 2013 di Surabaya membuka rekening efek atau mulai menjadi investor pasar modal. Head of Capital Market Information Center BEI di Surabaya

BISNIS.COM, SURABAYA--PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 20% dari total peserta Sekolah Pasar Modal (SPM) 2013 di Surabaya membuka rekening efek atau mulai menjadi investor pasar modal.

Head of Capital Market Information Center BEI di Surabaya Nur Harjantie mengatakan SPM yang dibuka pada 17 April 2013 akan diselenggarakan setiap Rabu dan Kamis hingga 9 Oktober 2013.

Adapun pada pekan pertama, BEI mencatat terdapat 60 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Dan sebanyak 12 orang sudah mendaftarkan diri dan membuka rekening efek.

“SPM di Surabaya kemarin ada 60 peserta, dan ada 12 orang yang buka rekening efek. Kami targetkan 10% dari peserta yang mengikuti SPM bisa membuka rekening efek. Syukurlah pada pekan pertama sudah ada 20%,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (22/4).

Dia menjelaskan dalam menggelar SPM 2013, pihaknya bekerjasama dengan lima Anggota Bursa (AB) yakni PT OSK Nusadana Securities, PT CIMB Securities, PT Bahana Securities, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (Kresna Securities), dan PT Mandiri Sekuritas.

“Kami didukung oleh 5 AB. Mereka secara bergantian mengisi jadwal SPM bersama BEI,” tambahnya.

Sebelumnya dia menjelaskan SPM tersebut terdiri dari tiga level yakni level I tentang pengenalan pasar modal, level II tentang praktik transaksi di pasar modal, level III tentang pasar modal syariah.

Adapun masyarakat yang dapat mengikuti acara tersebut minimal berusia 21 tahun. Dia juga menegaskan dalam kegiatan tersebut peserta tidak dikenakan biaya administrasi pendaftaran.

“Peserta juga dapat membuka rekening efek minimal Rp200.000. Kami selenggarakan bagi peserta minimal 21 tahun,” ungkapnya.

Dia mengatakan kegiatan edukasi tersebut penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengenal pasar modal. Selain itu hal tersebut dilakukan juga agar masyarakat tidak terjerumus dalam investasi bodong.

“Namanya berinvestasi tentu ada hasil yang diharapkan berupa keuntungan. Tetapi masyarakat juga perlu tahu bahwa ada risiko yang harus dipikirkan. Jadi akan dijelaskan segala macam mengenai investasi, dan masyarakat pun dapat bertanya apapun mengenai investasi,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Yoseph Pencawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper