Selasa, 23 Desember 2014

HARGA EMAS: Dolar AS Menguat, Emas Anjlok Jadi US$1.558,8/Ounce

Yusran Yunus Kamis, 11/04/2013 06:37 WIB

BISNIS.COM, CHICAGO-Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange (NYMEX) pada Rabu (Kamis pagi WIB) menderita kerugian satu hari terbesar sejak November, setelah Goldman Sachs memangkas proyeksi harga 2013.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni jatuh US$27,9 (1,76%), menjadi menetap di US$1.558,8 per ounce.

Goldman Sachs pada Rabu mengatakan dalam sebuah catatan kepada investor bahwa pihaknya memperkirakan harga rata-rata emas 2013 berada di US
.545 per ounce, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar US
.610.

Deutsche Bank pada Selasa juga memangkas prospek untuk harga emas tahun ini dan tahun berikutnya.

Sementara itu, risalah pertemuan Federal Reserve AS yang diselenggarakan pada 20 Maret menunjukkan pendapat yang berbeda tentang durasi pelonggaran kuantitatif (QE), menunjukkan pejabat bank sentral AS belum mencapai konsensus tentang kapan The Fed harus memperlambat laju pembelian aset bulanan saat ini, yang bearish untuk emas.

Pejabat Siprus berencana untuk menjual sekitar senilai 400 juta euro dari cadangan emasnya untuk membantu dana talangan negara itu, memperlemah harga emas.
Juga membebani emas adalah penguatan dolar AS dan kenaikan di pasar ekuitas.
(antara/xinhua)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...